Selamat Tinggal Lionel Messi: Franco Mastantuono Ungkap Kesedihan Argentina

Wait 5 sec.

Lionel Messi mengambil waktu sejenak setelah gagal mencetak gol ke gawang Nashville SC.Gelandang muda Argentina Franco Mastantuono mengungkapkan kesedihan mendalam skuad Albiceleste menjelang laga perpisahan Lionel Messi pada jeda internasional mendatang. Pemain berusia 19 tahun yang kini tengah merajut performa terbaiknya di Serie A tersebut menilai kepergian sang megabintang akan meninggalkan lubang besar yang sangat sulit untuk digantikan.Era Baru Tanpa Sang MegabintangMasa transisi ini dipastikan akan menguras emosi seluruh pencinta sepak bola Argentina. Tim nasional Argentina kini tengah bersiap menghadapi kenyataan pahit kehilangan kapten legendaris mereka yang akan mengenakan seragam garis-garis biru-putih khas tim nasional untuk terakhir kalinya. Mastantuono, yang kerap digadang-gadang sebagai pewaris nomor punggung 10, mengakui bahwa beban emosional dari perubahan ini terasa sangat berat bagi para pemain muda.Saat tiba di pemusatan latihan, Mastantuono berbicara secara terbuka mengenai sulitnya membayangkan masa depan tim tanpa kehadiran sang kapten di lapangan hijau. “Sangat sulit. Setelah Leo, semuanya akan menjadi sangat berat bagi kami karena dia adalah idola kami, bukan hanya dalam sepak bola. Saya pikir dia adalah idola bagi seluruh negeri, dan situasi tanpa dirinya akan sangat menyedihkan, tetapi kami harus tetap melangkah demi Argentina dan juga demi dirinya,” ujar Mastantuono kepada para jurnalis.Masa Depan Lionel Scaloni yang KelabuDi tengah bayang-bayang pensiunnya sang kapten, ketidakpastian juga menyelimuti posisi pelatih kepala Lionel Scaloni. Arsitek taktik yang sukses mempersembahkan tiga trofi mayor termasuk Piala Dunia tersebut kini tengah memasuki masa-masa akhir kontraknya tanpa ada kejelasan mengenai kesepakatan perpanjangan masa bakti.Ketika ditanya mengenai kemungkinan mundurnya sang pelatih berprestasi tersebut, Mastantuono memilih untuk tidak berspekulasi dan lebih berfokus pada laga yang ada di depan mata. Ia menegaskan bahwa para pemain tidak mengetahui detail apa pun terkait hal itu dan hanya ingin menikmati momen kebersamaan yang tersisa saat ini. Di sisi lain, playmaker muda Como, Nico Paz, menyampaikan harapannya agar Scaloni tetap bertahan memimpin tim nasional. “Bagi saya, dia adalah salah satu pelatih paling penting, sosok yang memberikan saya kesempatan debut, dan saya sangat berharap dia terus melanjutkan pekerjaannya,” tutur Paz penuh harap.Jadwal Perpisahan Emosional di El MonumentalAgenda jeda internasional kali ini telah dirancang secara khusus oleh federasi untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada karier gemilang sang megabintang. Rangkaian pertandingan akan dimulai saat Argentina menjamu Bolivia di Stadion Mario Alberto Kempes di Cordoba, sebelum kemudian bertolak menuju Buenos Aires untuk melakoni dua pertandingan krusial di Stadion Monumental.Menariknya, sang kapten dijadwalkan absen pada laga pertama melawan Bolivia serta pertandingan kedua menghadapi Burkina Faso demi menjaga kebugaran fisiknya. Peraih delapan trofi Ballon d'Or tersebut baru akan bergabung dengan tim pada laga pamungkas melawan Benin yang diplot sebagai panggung resmi upacara perpisahan emosionalnya dari kancah internasional. Bagi para pemain muda seperti Nico Paz, kesempatan berbagi lapangan untuk terakhir kalinya dengan sang legenda merupakan sebuah kehormatan yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang karier profesional mereka.