Greenland. Foto: muratart/ShutterstockAmerika Serikat (AS) akan membangun dua pangkalan militer barunya di Greenland, yakni di Narsarsuaq (wilayah selatan) dan Mestersvig (wilayah timur). Kedua pangkalan itu akan melengkapi kekuatan AS yang telah mengoperasikan pangkalan militer di Pituffik, wilayah utara pulau.Rencana ini keluar usai penandatanganan perjanjian keamanan komprehensif antara AS, Greenland, dan Denmark pada Selasa (22/9). Perjanjian setebal 10 halaman itu ditandatangani oleh ketiga pihak di New York, sela-sela Sidang Umum PBB. Perjanjian itu memberikan kendali keamanan kepada AS atas wilayah otonom Denmark di Arktik tersebut.Dikutip dari AFP, Perdana Menteri Denmark dan Greenland menyatakan kepuasan mereka karena kesepakatan tersebut akhirnya tercapai."Melalui perjanjian ini, kami menilai dengan jelas bahwa posisi Kerajaan Denmark kini lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hari esok adalah lembaran baru, dan seperti yang kita semua tahu, kita hidup di masa yang penuh ketidakpastian," ujar Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kepada para wartawan usai penandatanganan."Saya berharap perjanjian ini akan membawa ketenangan lebih besar bagi Greenland, mengingat masa-masa sulit yang telah dilalui," tambahnya.Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, juga menyampaikan pandangan serupa."Ini adalah langkah ke arah yang sangat positif," ujarnya."Namun, di dalam negeri, kami perlu membangun kembali kepercayaan, dan itu akan menjadi sebuah proses tersendiri bagi kami," pungkasnya.Presiden AS Donald Trump beberapa kali menegaskan perlunya AS menguasai Greenland demi alasan strategis. Ia bahkan sempat tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Sikap itu sempat membuat Denmark khawatir dan memicu penolakan keras.