Kris Dayanti dan Kenangan Mahadaya Cinta Karya Guruh Soekarnoputra

Wait 5 sec.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memegang foto almarhum Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparanKepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan kenangan bagi banyak seniman yang pernah bekerja bersamanya. Salah satunya Kris Dayanti, yang memiliki hubungan khusus dengan salah satu karya Guruh, Mahadaya Cinta.Bagi Kris Dayanti, lagu tersebut menjadi salah satu karya Guruh yang terus ia bawakan hingga sekarang. Lagu itu pula yang membuat kenangannya terhadap sang maestro seni terasa begitu dekat.“Untuk karyanya yang saya harus berterima kasih adalah lagu Mahadaya Cinta yang masih saya bawakan sampai sekarang,” ujar Kris Dayanti saat ditemui di rumah duka Guruh, Sabtu (26/9).Krisdayanti di rumah duka Guruh Soekarnoputra, Sabtu (26/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparanMahadaya Cinta merupakan lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang direkam Kris Dayanti dan menjadi bagian dari album Cahaya yang dirilis pada 2004. Kris Dayanti mengatakan, di tengah kondisi Guruh menjelang akhir hayatnya, sang seniman masih berpesan kepadanya untuk terus mencintai dan mengembangkan seni serta budaya Indonesia.“Dan alhamdulillah, beliau di detik-detik terakhir ajalnya masih sangat-sangat berpesan bahwa saya harus terus memajukan budaya, seni, dan terus mencintai, menggelorakan budaya dan juga cinta tanah air,” tutur Kris Dayanti.Ia pun berharap para murid dan seniman yang pernah bekerja bersama Guruh dapat meneruskan cita-cita sang maestro dalam mengembangkan seni dan budaya Indonesia.“Masyaallah, tahun depan genap 50 tahun. Semoga seluruh murid-muridnya, seluruh orang-orang seni yang pernah bekerja sama bisa terus meneruskan cita-citanya untuk budaya Indonesia,” ujarnya.Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.