Erling Braut Haaland dari Manchester City terlihat di tribun sebelum pertandingan di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, 7 Januari 2024.Sejumlah klub Liga Utama Inggris menyiapkan tuntutan ganti rugi finansial secara hukum setelah panel independen menyatakan Manchester City bersalah atas mayoritas dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan. Investigasi yang berlangsung selama bertahun-tahun kini menemui babak baru yang berpotensi mengguncang kasta tertinggi sepak bola Inggris. Kabar mengejutkan ini pertama kali dilaporkan setelah komisi independen mendukung 114 dari 115 tuntutan yang diajukan kepada juara bertahan tersebut.Keputusan rahasia ini kabarnya telah dibagikan secara terbatas kepada jajaran direksi klub rival melalui surat elektronik yang disertai perjanjian kerahasiaan ketat. Kendati pihak liga belum memberikan pernyataan resmi, ancaman hukuman berat kini membayangi kubu The Citizens.Potensi Sanksi Berat dan Bayang-Bayang DegradasiManchester City kini menghadapi ancaman hukuman paling berat dalam sejarah sepak bola modern Inggris, mulai dari denda fantastis, pengurangan poin masif, hingga degradasi paksa dari divisi utama. Keputusan panel independen ini diperkirakan akan diumumkan secara resmi sebelum seluruh proses banding selesai dilakukan oleh pihak klub.Ketidakpastian ini juga memicu kekhawatiran di internal skuad asuhan Pep Guardiola yang sempat memimpin era keemasan klub tersebut. Berdasarkan informasi internal, mayoritas pemain bintang di tim utama tidak memiliki klausul pelepasan khusus jika klub harus turun kasta akibat sanksi points deduction tersebut.Langkah Hukum Klub Rival Menuntut Ganti RugiKeberhasilan membuktikan kesalahan Manchester City langsung memicu reaksi berantai dari para pesaing di Premier League yang merasa dirugikan secara kompetitif maupun finansial selama periode pelanggaran. Beberapa direktur klub bahkan telah berkonsultasi dengan pakar hukum untuk mengajukan klaim ganti rugi secara individu maupun kolektif melalui otoritas liga.Kasus tuntutan hukum serupa sebelumnya pernah terjadi ketika Everton diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 35 juta poundsterling kepada Burnley setelah terbukti melanggar aturan profitabilitas dan keberlanjutan (profitability and sustainability rules atau PSR). Kasus tersebut kini menjadi acuan hukum yang kuat bagi klub-klub lain untuk menuntut keadilan finansial atas tindakan manipulasi anggaran.Sikap Keras Manchester City dan Riwayat PelanggaranManajemen Manchester City secara konsisten membantah melakukan kesalahan dan langsung bersiap mengajukan banding resmi demi menganulir keputusan panel independen tersebut. Dalam pernyataan resminya, pihak klub menekankan kepatuhan mereka terhadap prosedur yang berjalan sembari menyindir imparsialitas penyelenggara liga.Melalui rilis resmi, perwakilan klub menyatakan, “Proses Liga Utama Inggris masih berlangsung dengan elemen-elemen penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada kerahasiaan yang ketat. Klub telah dengan rajin menghormati proses hukum selama delapan tahun atas dasar bahwa dewan dan eksekutif Liga Utama Inggris akan berperilaku sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan berpikiran adil, bebas dari pengaruh partisan.”Pelanggaran finansial yang dituduhkan kepada raksasa Manchester ini mencakup kegagalan memberikan informasi keuangan akurat dari musim 2009-2010 hingga 2017-2018, serta manipulasi kontrak pembayaran pemain dan manajer. Selama periode bermasalah tersebut, klub tercatat berhasil mengamankan delapan trofi bergengsi domestik termasuk tiga gelar juara liga di bawah asuhan Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini.