Sutrada Umay Shahab saat konferensi pers film Memburu Pemangsa di Epicentrum, Jakarta, Senin, (21/9/2026). Foto: Agus ApriyantoSutradara Umay Shahab mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui film terbarunya dan Sinemaku Pictures berjudul Memburu Pemangsa. Film tersebut menjadi medium bagi Umay untuk menyampaikan keresahannya terhadap maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak.Umay mengatakan isu tersebut menjadi hal yang lebih penting dibandingkan aspek teknis dalam film. Ia bahkan mengambil inspirasi langsung dari data lembaga terkait serta pengalaman yang pernah dialaminya.“Dalam Memburu Pemangsa, aku di sini hanya menyampaikan apa yang pernah mungkin aku lalui, lalu apa yang pernah diceritakan oleh Komnas, oleh lembaga-lembaga terkait,” ujar Umay Shahab dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.Sutrada Umay Shahab saat konferensi pers film Memburu Pemangsa di Epicentrum, Jakarta, Senin, (21/9/2026). Foto: Agus ApriyantoMenurut Umay, keresahan terhadap kasus kekerasan anak sudah lama tersimpan dalam hatinya. Ia merasa isu tersebut perlu dibicarakan melalui medium film layar lebar.“Ada amarah yang begitu besar yang tersimpan di aku yang disampaikan melalui film Memburu Pemangsa,” ucapnya.Umay mengaku keresahan itu juga berkaitan dengan pengalamannya sebagai mantan artis cilik. Ia bersama sejumlah pemain Memburu Pemangsa lainnya pernah berada di lingkungan orang dewasa dan merasakan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan anak-anak saat ini.“Aku kan dulu mantan artis cilik. Di sini Prilly juga, Yasamin juga, ada Jordan juga. Jadi kita pasti ketika masih kecil pernah mungkin merasakan hal-hal yang tidak nyaman yang terjadi,” tutur Umay.Teuku Rifnu saat konferensi pers film Memburu Pemangsa di Epicentrum, Jakarta, Senin, (21/9/2026). Foto: Agus ApriyantoKarena itu, Umay merasa isu kekerasan terhadap anak penting dibahas oleh generasi muda. Ia ingin film tersebut menjadi salah satu medium untuk menyuarakan persoalan tersebut kepada masyarakat luas“Kita sebagai perwakilan dari generasi muda juga ngerasa kayaknya penting sekali untuk dibahas isu ini,” beber Umay.Umay juga menyinggung sejumlah kasus yang sempat menjadi perhatian publik selama proses penulisan naskah film ini. Menurutnya, berbagai kasus tersebut semakin memperkuat keresahan yang ingin disampaikannya melalui Memburu Pemangsa.“Jadi kayak itu pun juga saat itu ramai, kita juga lagi dalam proses penulisan film ini,” kata Umay.Pada akhirnya, keresahan tersebut dituangkan Umay bersama tim ke dalam film berdurasi 115 menit. Ia menyebut film Memburu Pemangsa sebagai bentuk luapan amarah terhadap para pelaku kekerasan terhadap anak.“Jadilah akhirnya 115 menit nampolin para pemangsa anak. Itulah tadi filmnya,” tutup Umay.Konferensi pers film Memburu Pemangsa di Epicentrum, Jakarta, Senin, (21/9/2026). Foto: Agus ApriyantoFilm Memburu Pemangsa turut dibintangi sejumlah aktor san aktris seperti Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, Yasamin Jasem, Andri Mashadi, Jordan Omar, dan Teuku Rifnu Wikana.Film ini menceritakan kisah sekelompok jurnalis yang melakukan investigasi terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Sampai akhirnya mereka dihadapkan pada pertarungan dengan sosok pemangsa yang telah bersekutu dengan iblis demi mencapai tujuan yang ia inginkan.Disutradarai Umay Shahab, film Memburu Pemangsa akan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.