SKB Sentra Pangurangi Takalar Jadi Jembatan 54 Anak Kembali Kejar Pendidikan

Wait 5 sec.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono buka MPLS Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sentra Pangurangi Takalar secara daring dari Jakarta untuk berikan akses pendidikan kesetaraan bagi 54 anak putus sekolah, Selasa (22/9/2026). Foto: Kemensos RISanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sentra Pangurangi Takalar, Sulawesi Selatan secara resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Di sana, sebanyak 54 peserta didik siap mengikuti pendidikan kesetaraan untuk Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) di SKB Sentra Pangurangi Takalar. Mereka berasal dari keluarga Desil 1 dan 2.Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan, kehadiran SKB menjadi jembatan bagi anak-anak yang sempat putus sekolah untuk kembali mengejar pendidikan. "SKB, termasuk Sekolah Rakyat adalah jembatan emas bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk menyeberangi kegelapan, menuju kehidupan yang terang-benderang melalui jalur pendidikan," katanya saat membuka MPLS SKB di Sentra Pangurangi Takalar, Sulawesi Selatan secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta pada Selasa (22/9/2026).Agus Jabo menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto ingin memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Berdasarkan data BPS, hingga saat ini masih tercatat 4,1 juta anak-anak tidak bersekolah karena faktor ekonomi. Berpijak pada data ini, Presiden, menekankan bahwa seluruh anak Indonesia harus bersekolah dan negara bertanggungjawab serta bertugas menjemput anak-anak putus sekolah karena terkendala ekonomi.Salah satu wujud nyata yang dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan menyelenggarakan SKB di sejumlah sentra milik Kemensos. Agus Jabo menyebut, kehadiran SKB di Sentra Pangurangi Takalar adalah hasil kolaborasi berbagai stakeholder dan menjadi langkah awal pengabdian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan negara."(SKB) di Sentra Pangurangi adalah bentuk bagaimana kemudian kita bersama, bersinergi, berkolaborasi menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sekaligus menjalankan tugas mulia, tugas yang penuh dengan cinta dan kasih sayang, yaitu mengantarkan anak-anak kita untuk bisa bersekolah kembali," jelasnya.Agus Jabo menyampaikan, Kemensos, Kemendikdasmen, dan pemerintah daerah, tidak dapat bekerja sendirian untuk mengentaskan kemiskinan lewat jalur pendidikan. Ia pun berpesan kepada seluruh pihak untuk berkolaborasi menjemput, mendampingi dan mengantarkan anak-anak kurang mampu menggapai cita-cita."Pak Presiden meminta seluruh aparatusnya berkolaborasi, bersinergi, fokuskan program terutama untuk program pengentasan kemiskinan. Dan pendidikan adalah salah satu program fundamental untuk pengentasan kemiskinan. Mari kita berkolaborasi, bersinergi, bergotong-royong untuk satu tujuan, yaitu pengentasan kemiskinan, supaya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, bangsa yang berdaulat, bangsa yang adil makmur, rakyatnya bahagia lahir dan batin," tegas dia.Hari ini, lanjut dia, sejarah mencatat bahwa penyelenggaraan SKB di Sentra Pangurangi adalah awal memulai pengabian kepada saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan dari dari negara.“Terus bergotong-royong, terus bangun semangat, jangan lelah untuk membantu saudara-saudara kita yang rentan, untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu," sambung Agus Jabo.Sementara itu, Kepala Sentra Pangurangi Takalar, Nur Alam mengungkapkan, 54 peserta didik di SKB ini terdiri dari 30 perempuan dan 24 laki-laki. Mereka nantinya mengikuti pendidikan kesetaraan untuk Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) di SKB Sentra Pangurangi Takalar. "25 (siswa) dari jenjang Paket SMP dan 29 siswa Paket C atau SMA," katanya.Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono buka MPLS Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sentra Pangurangi Takalar secara daring dari Jakarta untuk berikan akses pendidikan kesetaraan bagi 54 anak putus sekolah, Selasa (22/9/2026). Foto: Kemensos RINur Alam menjelaskan, pihaknya berperan menyediakan sarana dan prasarana, fasilitas pendampingan psikososial hingga klinik. Sentra Pangurangi Takalar juga menyiapkan berbagai jenis vokasi bagi para peserta didik sesuai minat dan bakat masing-masing."Nanti akan kita siapkan dan arahkan sesuai dengan minat dan bakat. Harapannya tentunya ingin menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, adaptif, dan ramah anak. Kemudian mendorong lulusan yang tidak hanya dari jasa formal, tetapi juga memiliki keterampilan mandiri yang tentunya nanti tindak lanjut siap untuk bekerja. Dan menjadikan program ini sebagai pilot project bagi anak-anak putus sekolah berbasis rehabilitasi sosial," jelas Nur Alam.