Magis Zidane Pukau Upamecano di Sesi Latihan Perdana Prancis

Wait 5 sec.

Ekspresi pelatih Real Madrid Zinedine Zidanesaat laga melawan Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Jumat (7/8).Bek tengah Bayern Munich Dayot Upamecano mengagumi kualitas teknik luar biasa Zinedine Zidane dalam sesi latihan perdana Tim Nasional Prancis di Clairefontaine pekan ini. Kehadiran sang legenda sebagai pelatih baru Les Bleus memberikan gairah segar bagi skuad menjelang jadwal padat musim gugur. Upamecano bersama sebelas rekannya langsung merasakan sentuhan magis sang mentor baru sejak hari pertama berkumpul di pemusatan latihan nasional.Sihir Zidane yang Belum Memudar di LapanganZinedine Zidane langsung mencuri perhatian dalam sesi latihan pertamanya sebagai nakhoda baru Prancis di Clairefontaine. Sang pelatih tidak hanya berdiri di pinggir lapangan memberikan instruksi, melainkan turun langsung mengolah bola dan memamerkan kemampuan teknisnya di hadapan para pemain. Aksi mengesankan mantan bintang Real Madrid tersebut membuktikan bahwa sentuhan magisnya sama sekali belum memudar meski sudah lama gantung sepatu.Upamecano mengakui bahwa seluruh anggota tim merasa takjub melihat langsung keahlian olah bola sang legenda. Bek berusia 27 tahun itu berkelakar bahwa meniru kemampuan teknis Zidane di lapangan akan menjadi tantangan yang sangat berat bagi generasi saat ini. Latihan ringan yang dirancang untuk membangun kebersamaan tim tersebut seketika berubah menjadi panggung pertunjukan kelas dunia dari sang juru taktik.Kebahagiaan Upamecano Dilatih sang Idola Masa KecilBagi Upamecano, kesempatan bekerja di bawah arahan Zidane bagaikan mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya saat berbicara kepada media mengenai kesannya dilatih oleh sosok yang ia idolakan sejak belia. Upamecano menegaskan bahwa tidak ada tekanan sama sekali yang dirasakan skuad sebelum melangkah ke lapangan latihan di bawah pengawasan Zidane.“Kami semua adalah penggemar beliau saat kami masih muda, ini adalah sebuah kehormatan. Saya sangat senang bisa belajar darinya,” ujar Upamecano dengan penuh kekaguman. Pemain bertahan itu menambahkan, “Kami melakukan beberapa pekerjaan teknis, dan kami melihat bahwa dia masih memiliki kemampuan itu dalam dirinya.” Sembari tertawa, ia juga mengakui, “Akan sulit untuk meniru apa yang mampu dilakukan Zidane secara teknis. Kami sangat senang dengan sesi latihan yang baru saja selesai ini. Kami tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.”Era Baru Prancis Pasca Kepemimpinan DeschampsKedatangan Zidane menandai dimulainya masa transisi penting bagi skuad Prancis setelah periode panjang kepemimpinan Didier Deschamps. Zidane memilih pendekatan yang hangat dan kolaboratif untuk meredakan ketegangan di dalam kamp pelatihan sekaligus menjelaskan rencana jangka pendeknya secara perlahan. Komunikasi dua arah ini membantu para pemain, terutama mereka yang belum saling mengenal secara mendalam, untuk cepat beradaptasi.Upamecano menjelaskan bahwa pertemuan awal mereka lebih berupa ruang diskusi yang santai untuk saling mengenal satu sama lain. Ketika ditanya mengenai perbandingan antara Zidane dan Deschamps, bek tangguh tersebut menolak untuk terlibat dalam perdebatan komparatif. Sembari memberikan apresiasi kepada mantan pelatihnya, ia menyatakan, “Didier Deschamps telah membantu saya berkembang pesat di banyak area. Saya berusia 27 tahun, saya masih harus banyak belajar, saya terbuka untuk saran, dan kami sangat senang Zidane berada di sini.”Ujian Berat Menanti Les Bleus di Nations LeagueUjian sesungguhnya bagi era baru kepemimpinan Zidane akan segera tersaji dalam jadwal padat UEFA Nations League mendatang. Prancis dijadwalkan melakoni empat pertandingan krusial, yang akan diawali dengan laga tandang yang menantang melawan Turki pada 25 September. Skuad Les Bleus harus segera mematangkan taktik baru mereka agar siap menghadapi laga sengit tersebut.Setelah duel kontra Turki, Prancis harus menghadapi pertarungan sengit berturut-turut melawan Belgia dan Italia antara 28 September hingga 5 Oktober 2026. Jadwal berat ini menuntut kedisiplinan pertahanan tingkat tinggi dari Upamecano dan rekan-rekan lini belakangnya. Kamp pelatihan intensif selama tiga pekan ini menjadi jendela krusial bagi seluruh skuad untuk menyerap cetak biru taktis dari Zidane demi mengamankan poin-poin penting.