Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri 'Ngaji Kebangsaan' bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. IstimewaKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah. Menurut Kapolri, sejarah telah menunjukkan bahwa ulama dan umara senantiasa berjalan bersama dalam perjuangan bangsa.“Umara dan ulama memiliki sejarah perjuangan bersama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saat ini, kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa,” ujar Kapolri.Kapolri mengatakan, peran ulama tetap penting dalam perjalanan bangsa. Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara.Sementara itu, Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Situasi keamanan yang terjaga diperlukan agar berbagai agenda pembangunan dapat berjalan dengan baik.Kapolri pun mengajak ulama dan umara untuk terus bergandengan tangan menjaga persatuan dan merawat NKRI. Sinergi yang telah terjalin sejak masa perjuangan tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” kata Kapolri. Peran Ulama Jadi Bagian Penting Perjalanan BangsaKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri 'Ngaji Kebangsaan' bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. IstimewaSigit menyebut, ulama juga memiliki peran penting sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara.Peran ulama telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ulama bersama umara telah berjuang untuk menjaga bangsa dan negara.“Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara,” ujar Kapolri.Kapolri mengatakan, peran tersebut tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Terlebih, Indonesia memiliki keberagaman yang harus terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan.Bagi Polri, bimbingan dan doa para ulama juga memiliki arti penting dalam mendukung personel menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.Kapolri pun berharap kebersamaan ulama dan umara terus terjaga untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.