Presiden AS Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, AS, Rabu (9/9/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak kesepakatan gencatan senjata yang diusulkan Iran. Sebelumnya, Iran mengatakan kesepakatan tersebut dapat membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran dalam waktu satu pekan.Jalur perairan tersebut merupakan jalur penting bagi pasokan energi dunia dan kini menjadi pusat konflik antara AS dan Iran, yang mengalami kebuntuan setelah hampir tujuh bulan."Saya menolak proposal mereka," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Sabtu (26/9), dikutip dari AFP."Mereka ingin membuat kesepakatan yang membuat Selat Hormuz segera dibuka karena mereka kalah telak," lanjutnya."Mereka ingin membuat kesepakatan dan saya pikir itu bagus. Saya juga suka membuat kesepakatan," ujarnya.Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang dalam perjalanan kembali ke Teheran setelah menghadiri Sidang Umum PBB di New York, mengatakan kepada CBS News bahwa proposal tersebut telah disusun "dalam koordinasi" dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut rencana Iran mencakup penghentian seluruh permusuhan di Timur Tengah, termasuk di Lebanon.Dia mengatakan persyaratan tersebut sama dengan yang tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dengan AS awal tahun ini. Kesepakatan itu mencakup pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi terhadap minyak Iran, dan penghentian blokade laut oleh AS.Pada hari ketujuh gencatan senjata, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz. Pezeshkian mengatakan kepada CBS bahwa "prosesnya akan dimulai pada hari mereka menerimanya".Di New York, Pezeshkian bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan mengatakan: "Iran tidak meninggalkan meja perundingan, tetapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, Iran tidak lagi mempercayai Amerika Serikat."Araghchi mengatakan di PBB: "Iran telah menyampaikan kepada Amerika Serikat, melalui Qatar, rencana konkret selama tujuh hari. Jika persyaratan yang diperlukan terpenuhi, selat tersebut dapat dibuka kembali dan pelayaran maritim normal dapat dipulihkan dalam waktu tujuh hari.""Pilihan sekarang berada di tangan Amerika Serikat. Iran tidak menerima pemaksaan, ancaman, atau intimidasi, dan Iran tidak akan menyerahkan hak kedaulatannya di bawah tekanan," tambahnya.Namun, beberapa jam setelah pernyataannya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump skeptis Teheran akan memenuhi tuntutannya dan memperkirakan AS akan kembali melancarkan kampanye pengeboman.Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz , seperti terlihat dari Musandam, Oman, 11 Juni 2026. Foto: REUTERS/StringerTrump juga mengunggah gambar di platform Truth Social miliknya yang menampilkan peta Selat Hormuz yang dilingkari dan diberi label "Trump Strait".Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebi, dikutip kantor berita Tasnim mengatakan: "Kami tidak akan menghentikan hukuman terhadap AS sampai tujuh persyaratan Iran terpenuhi."