Chief of AICS kumparan Raih Penghargaan Inspirasi Alumni FMIPA UGM

Wait 5 sec.

Chief of AI & Corporate Strategy kumparan, Andrias Ekoyuono, raih Penghargaan Inspirasi Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, DIY, Senin (21/9/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanChief of AI & Corporate Strategy (AICS) kumparan, Andrias Ekoyuono, meraih Penghargaan Inspirasi Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM).Malam penganugerahan bertajuk Strategic Partnership Award itu berlangsung di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, DIY, Senin (21/9).Andrias merupakan alumni Ilmu Komputer FMIPA UGM tahun 1998. Dalam sambutannya, Andrias berbicara tentang pentingnya membangun ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menerjemahkan hasil riset menjadi produk, kebijakan, serta dampak nyata bagi masyarakat."Saya hendak bertanya satu hal kepada seluruh yang hadir di ruangan ini. Apa yang membuat Fakultas MIPA ini terus relevan, bukan hanya 71 tahun ke belakang, tapi apa yang akan membuat Fakultas MIPA ini tetap relevan 71 tahun ke depan, mungkin 100 tahun ke depan? Pertanyaan itulah yang saya akan coba usulkan jawabannya seperti apa malam hari ini," kata Andrias.Andrias mengatakan, FMIPA UGM menjadi semakin penting pada hari ini di saat dunia sedang berubah dengan artificial intelligence (AI). Bukan karena data, melainkan sains terapan yang bergerak dari laboratorium langsung ke dalam bentuk produk dan kebijakan."Jadi, sains itu hasilnya enggak cuma produk sebenarnya, policy itu adalah hasilnya sains. China maju sekali itu karena, mungkin Bapak Ibu tahu, presidennya dan para pemimpinnya mathematics dan segala macam. Jadi, kita yang hadir di sini tuh nanti bukan hanya menghasilkan produk sebenarnya, tapi juga policy," bebernya.Semua fondasi dari perubahan itu adalah matematika, statistik, fisika, kimia, ilmu komputer, hingga elektronika, lahir persis di fakultas ini. FMIPA bukan hanya sekadar salah satu fakultas di UGM, FMIPA ini adalah mesin yang menggerakkan hampir setiap industri yang hari ini sedang bertransformasi.Andrias mengatakan ada empat pilar yang harus dibangun bersama secara kokoh dan sejajar ke depan. Pertama, adalah pendidik itu sendiri."Pendidikan itu bukan sekadar mencetak lulusan, tetapi membentuk the way of thinking, membentuk cara berpikir. Tidak cuma cara berpikir, tapi keberanian membuktikan segala sesuatu secara scientific, serta menghasilkan juga ketangguhan menghadapi dunia yang terus berubah," ujarnya.Chief of AI & Corporate Strategy kumparan, Andrias Ekoyuono, raih Penghargaan Inspirasi Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, DIY, Senin (21/9/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanKe depan akan ada banyak hal yang bisa dikerjakan oleh AI. Pekerjaan rumah pendidikan saat ini adalah bagaimana caranya menghasilkan lulusan yang levelnya langsung menjadi supervisor-nya AI."Karena officer-nya itu udah diganti AI semua. Nah, untuk menghasilkan fresh graduate yang bisa jadi supervisor-nya AI, kita perlu ngapain? Mereka punya pengalaman, mereka punya skill di luar statistiknya, cross knowledge computer science/physics, computer science/biotechnology, physics/chemistry dan segala macam. Banyak hal yang jadi PR kita, sehingga lulusan kita itu beyond fresh graduate aja, kayak gitu. Fresh graduate masa lalu tepatnya, kayak gitu ya. Itu pilar pertama kita," katanya.Pilar yang berikutnya adalah translasi dari riset. Riset yang luar biasa tidak boleh berhenti di jurnal. Menurut Andrias, riset memang menghasilkan jurnal. Namun, riset itu harus menemukan jalannya dari jurnal itu menuju laboratorium."Kemudian menuju produk, menuju kebijakan, menuju kehidupan nyata masyarakat Indonesia, syukur-syukur masyarakat global," ujarnya.Selanjutnya pilar ketiga adalah komunikasi dan branding. Prestasi hebat FMIPA jika dunia luar tidak mengetahui maka dampaknya hanya terbatas."Fakultas sekelas MIPA ini layak dikenal luas oleh calon mahasiswa terbaik," katanya."Kenapa? Kalau kita dapat calon mahasiswa terbaik, kita have the best input," bebernya."Amerika waktu dulu itu membangun negaranya itu adalah dengan menarik semua calon mahasiswa paling pinter sedunia untuk sekolah di Amerika. Dan semester dua udah ditawarin untuk jadi warga negara Amerika, gitu kan, waktu itu. Jadi, komunikasinya tadi nomor satu supaya dapat calon mahasiswa terbaik," jelasnya.Selain itu, dengan cara ini FMIPA akan makin dikenal di dunia industri. Para mitra akan mendengar riset dan prestasi dari fakultas ini."Dan berikutnya adalah cerita itu juga harus didengar oleh para employer, calon employer, perusahaan-perusahaan, untuk mereka kemudian bisa merekrut lulusan-lulusan terbaik MIPA itu," katanya.Pilar keempat, menurut Andrias, adalah keberlanjutan lembaganya sendiri atau fakultasnya itu sendiri."Sejauh ini, sudah banyak inisiatif riset, ide, proyek kolaborasi dengan industri yang lahir dari FMIPA. Harapan kita bersama malam ini adalah semua itu terus berlanjut, dan bahkan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar, sebuah structure yang lebih sustained, di mana pengelolaan itu bisa nanti gimana caranya berlanjut menjadi investment arm, bersama-sama dengan para partner, dan akhirnya MIPA itu bisa punya dana yang sustainable dan scalable," katanya.Andrias mengatakan sebuah ekosistem di mana pendidikan, riset, narasi, dan keberlanjutan tumbuh berdampingan, saling menguatkan, dan terus melahirkan dampak."Karena pendidikan yang hebat melahirkan pemikir, riset yang hebat melahirkan solusi, dan kelembagaan yang kokoh dan sustainable memastikan keduanya tadi tidak pernah berhenti," pungkasnya.Sementara itu, Dekan FMIPA UGM, Prof Kuwat Triyana, mengatakan FMIPA malam ini memberikan apresiasi bagi tokoh atau stakeholder Fakultas MIPA yang telah membersamai, khususnya dalam lima tahun terakhir. Harapannya kerja sama strategis ini bisa dilanjutkan di masa-masa mendatang."Selain kerja sama dengan mitra-mitra, kami juga sangat mengapresiasi para alumni yang ternyata sudah tersebar di berbagai penjuru nasional maupun internasional, yang secara tidak langsung dan tidak tampak, itu memberikan banyak masukan atas langkah-langkah kami sehingga alhamdulillah sampai titik ini, perjalanan kami hampir tidak menemukan kendala apa pun," kata Kuwat.Chief of AI & Corporate Strategy kumparan, Andrias Ekoyuono, raih Penghargaan Inspirasi Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, DIY, Senin (21/9/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanKuwat mengatakan kerja sama yang dibangun berdasarkan asas kebutuhan kecocokan antara persoalan yang ada di industri dengan kemampuan yang ada di universitas."Dengan diskusi dari awal, perancangan dari awal, itu akan menghasilkan buah riset yang kemudian betul-betul dimanfaatkan oleh industri maupun dunia usaha," katanya."Nah, kalau pada saat ini kami menekankan pada industri, memang kami sedang mendorong untuk bisa berdampak. Bahkan di kementerian kami, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, saat ini juga eranya semua serba berdampak. Berdampak itu kemudian kita maknai sebagai upaya kita untuk menghilirisasi," pungkasnya.