Jokowi Disebut Turun Gunung, Riset SSI Ungkap Respons Netizen

Wait 5 sec.

Presiden ke-7 Jokowi menjawab kabar akan mengambil alih Partai NasDem. Foto: Dok kumparanRencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang disebut akan turun gunung dengan bersafari politik ke sejumlah daerah menjadi salah satu pembahasan publik di ruang digital.Berdasarkan hasil pemantauan digital yang dilakukan Sintesa Strategi Indonesia (SSI) bersama Datalinker, sentimen positif mendominasi percakapan publik dengan persentase 43,5 persen. Adapun sentimen negatif tercatat sebesar 18 persen, sementara 38,6 persen lainnya bersifat netral.Direktur SSI, Ikrama Masloman, mengatakan isu tersebut memicu percakapan yang sangat besar di berbagai platform digital."Berdasarkan distribusi percakapan, media sosial menjadi ruang dominan dalam pembahasan isu ini dengan porsi sebesar 90,6 persen, sedangkan media online menyumbang sekitar 9,4 persen dari total pembicaraan," ungkap Ikrama kepada wartawan, Senin (22/6).Menurutnya, terdapat perbedaan kecenderungan sentimen antara media sosial dan media online. Di media sosial, sentimen positif mencapai 44,1 persen, sedangkan pemberitaan di media online cenderung lebih netral dengan persentase 45,4 persen.SSI juga mencatat bahwa meski 18,6 persen percakapan menggunakan nada kritis, tingkat sikap yang benar-benar berseberangan terhadap Jokowi hanya mencapai 18 persen.Sentimen Negatif di Awal JuniDalam periode pemantauan, percakapan terkait isu tersebut mengalami fluktuasi. Puncak sentimen negatif terjadi pada awal Juni, yang didorong oleh kritik politik terkait hubungan Jokowi dengan PDIP serta kembali mencuatnya polemik ijazah.Namun setelah 8 Juni, sentimen positif kembali meningkat. Kenaikan tersebut dipicu sejumlah momentum, antara lain kehadiran Jokowi saat menyaksikan pertandingan sepak bola AFF U-19 dan viralnya tagar #PriaSoloItu di media sosial.Temuan tersebut juga tercermin dari analisis kata kunci yang dilakukan SSI. Kata kunci seperti "blusukan", "keliling daerah", dan "kepemimpinan" didominasi sentimen positif dengan persentase di atas 70 persen.Sebaliknya, kata kunci "ijazah" dan "PDIP" menjadi sumber utama sentimen negatif terhadap Jokowi selama masa pemantauan.Jokowi dan Kaesang blusukan bersama paslon 02 ke Pasar Klitikan Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2024). Foto: kumparanMetodologi PenelitianRiset SSI bersama Datalinker menggunakan metode keyword-based crawling dengan pengambilan data dari berbagai platform digital, meliputi X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, serta media online.Pemantauan dilakukan pada periode 23 Mei hingga 21 Juni 2026 pukul 23.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, sistem merekam lebih dari 58 juta paparan percakapan dengan kata kunci "Jokowi" dan lebih dari 23,5 juta paparan dengan kata kunci "Joko Widodo".Secara keseluruhan, terdapat 158.761 percakapan di media sosial yang dihimpun dan dianalisis. Pengolahan data dilakukan melalui proses seleksi relevansi, penghapusan duplikasi, hingga klasifikasi sentimen secara otomatis.SSI menegaskan bahwa penelitian ini bertujuan memotret dinamika opini publik di ruang digital dan bukan merupakan survei elektoral masyarakat.