Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura mengeluarkan pernyataan keras setelah satu proyektil tak dikenal menghantam kapal Ever Lovely berbendera Singapura di Selat Hormuz pada hari Kamis (25/6/2026). Serangan itu terjadi seiring perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.