Festival Perang Tomat di Kampung Cikareumbi menjadi daya tarik wisatawan untuk mengenal kearifan lokal masyarakat Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTOSebagai hajat lembur yang digelar setiap tahun, ratusan warga saling melempar tomat-tomat yang sudah tidak layak jual digunakan sebagai media dalam ritual saling lempar, menciptakan suasana riuh dengan percikan merah yang memenuhi area perayaan. Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTOTradisi ini mengingatkan pada festival lempar tomat di Spanyol. Namun, Festival Perang Tomat di Lembang memiliki makna yang jauh lebih mendalam. Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTOIni merupakan simbol untuk membuang hal-hal buruk, energi negatif, dan kebusukan hati, sekaligus menjadi harapan akan kehidupan yang lebih baik dan hasil pertanian yang melimpah. Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTOFestival Perang Tomat di Kampung Cikareumbi menjadi daya tarik wisatawan untuk mengenal kearifan lokal masyarakat Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sebagai hajat lembur yang digelar setiap tahun, ratusan warga saling melempar tomat-tomat yang sudah tidak layak jual. Tomat digunakan sebagai media dalam ritual saling lempar, menciptakan suasana riuh dengan percikan merah yang memenuhi area perayaan.Tradisi ini mengingatkan pada festival lempar tomat di Spanyol. Namun, Festival Perang Tomat di Lembang memiliki makna yang jauh lebih mendalam. Ini merupakan simbol untuk membuang hal-hal buruk, energi negatif, dan kebusukan hati, sekaligus menjadi harapan akan kehidupan yang lebih baik dan hasil pertanian yang melimpah.Warga saling melempar tomat busuk saat hajat lembur Festival Perang Tomat 2026 di Kampung Cikareumbi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO