Mensesneg, Prasetyo Hadi dan Menaker, Yassierli dalam konferensi pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026). Foto: Widya/kumparanMenteri Ketenagakerjaan, Yassierli, membeberkan pemerintah tengah menyiapkan program vokasi termasuk pelatihan untuk 50 ribu pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).Dia menjelaskan program ini termasuk ke dalam paket stimulus pemerintah dengan anggaran Rp 6,26 triliun, terdiri atas Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi.Yassierli menjelaskan pelatihan vokasi menyasar kurang lebih 300 ribu orang atau 270 ribu orang yang akan mengikuti sederet pelatihan peningkatan kapasitas atau skill, yaitu 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.“Beberapa hari yang lalu disetujui pelatihan vokasi untuk 300 ribu orang. Ini besar. Dan 50 ribu dialokasikan dari 300 ribu itu untuk mereka yang terkena PHK,” kata Yassierli dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (26/6).Yassierli memastikan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui skema upskilling dan reskilling, sekaligus memperkuat keterhubungan antara pencari kerja dan kebutuhan industri.Dia menjelaskan, pelatihan yang disiapkan mencakup berbagai bidang keterampilan, seperti mekanik, bengkel, pengelasan (welder), barista, hospitality, hingga caregiver. Seluruh pelatihan akan dilaksanakan di balai-balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan.Menurut dia, seluruh pelatihan nantinya akan dilaksanakan di balai-balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan. Dia juga menyebut pemerintah telah menawarkan kerja sama kepada serikat pekerja untuk memanfaatkan program tersebut.“Saya sudah tawarkan beberapa waktu yang lalu ke Pak Presiden KSPN, ini kami siap membantu Serikat Pekerja, Serikat Guru dalam program upskilling dan reskilling,” tuturnya.