Harga Minyak Anjlok 3,3% Usai AS Tangguhkan Sanksi Iran, Timah Naik 1,6 Persen

Wait 5 sec.

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/ShutterstockHarga minyak mentah menurun pada perdagangan Senin (22/6), karena tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan damai AS-Iran termasuk perizinan beberapa penjualan minyak Iran, meningkatkan harapan untuk pemulihan berkelanjutan dalam arus dari Teluk Persia.Dikutip dari Bloomberg, harga minyak WTI untuk pengiriman Juli, yang berakhir pada Senin, turun 2,3 persen menjadi USD 74,82 per barel. Kontrak Agustus yang lebih aktif turun 2,6 persen menjadi USD 73,86 per barel. Sementara harga Brent untuk penyelesaian Agustus anjlok 3,3 persen menjadi USD 77,90 per barel.Batu BaraSedangkan harga batu bara cenderung stagnan pada penutupan perdagangan Senin. Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juni 2026 berdasarkan situs Barchart ditutup sedikit turun 0,07 persen menjadi USD 143,90 per ton.CPOSejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTOHarga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sedikit menguat pada perdagangan Senin. Berdasarkan situs tradingeconomics.com, harga CPO naik 0,56 persen menjadi MYR 4.672 per ton.NikelAdapun harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga nikel naik 0,99 persen menjadi USD 17.754 per ton.TimahSementara itu, harga timah juga terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga timah meningkat 1,67 persen dan menetap di USD 54.185 per ton.