Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line antre hingga ke jalan raya di Stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Senin (8/6/2020). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTOPemerintah tengah memprioritaskan peningkatan kapasitas layanan KRL Green Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung melalui proyek elektrifikasi.Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan jalur tersebut menjadi prioritas karena memiliki waktu tunggu atau headway yang masih cukup panjang, sementara jumlah penumpangnya terus meningkat.“Sehingga kita (Kemenhub), PT KAI, barangkali memprioritaskan Green Line, ya, untuk segera dilakukan elektrifikasinya. Peningkatan kapasitasnya, ya,” kata Dudy dalam media briefing di Seribu Rasa, Jakarta Selatan, Jumat (26/6).Dudy menjelaskan peningkatan kapasitas akan dilakukan melalui elektrifikasi jalur serta penggantian kereta dengan ukuran yang lebih besar, serupa dengan rangkaian yang saat ini beroperasi di jalur Blue Line atau Bekasi/Cikarang.“Kemudian kita bisa menambah kapasitas angkut menjadi 12 gerbong. Kemudian juga mengganti kereta menjadi yang lebih besar lagi sehingga bisa menambah kapasitas,” sebut Dudy.Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOIa menambahkan, pelaksanaan proyek memerlukan pembangunan gardu listrik baru di sepanjang jalur menuju Rangkasbitung. Karena itu, Dudy menargetkan pekerjaan dapat segera dimulai dan ditargetkan rampung pada 2027.“Itu, kan, lumayan panjang tuh sampai ke Rangkas, saya sih berharap itu bisa cepat dan bisa selesai di tahun 2027 sih. Mudah-mudahan,” tutur Dudy.Kemudian, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT KAI terkait percepatan proyek elektrifikasi tersebut.“PT KAI bersama PLN, Danantara, dan kita akan percepat segala sesuatu di tahun ini. PT KAI akan memulai peningkatan elektrifikasi untuk Green Line,” sebut Allan dalam kesempatan yang sama.Sejumlah penumpang KRL bersiap masuk rangakain KRL Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (5/11/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparanSebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingkat okupansi lintas Green Line pada jam sibuk mencapai 161 persen, jauh di atas lintas Bekasi/Cikarang (Blue Line) yang berada di kisaran 140 persen dan Bogor (Red Line) sekitar 130 persen.Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan tingkat kepadatan tersebut menggambarkan kondisi kereta yang sudah sangat penuh. Menurutnya, okupansi 161 persen setara dengan sekitar delapan orang berada dalam ruang seluas satu meter persegi di dalam kereta pada jam-jam sibuk."Yang jalur Rangkasbitung puncaknya 161 persen pada jam sibuk. Kalau digambarkan, satu meter persegi diisi delapan orang," kata Bobby dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, dikutip Sabtu (27/6).Bobby mengatakan tingginya kepadatan penumpang menjadi alasan KAI menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kenyamanan pengguna KRL. Saat ini, KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.