Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100% untuk Eropa Imbas Pajak Layanan Digital

Wait 5 sec.

Presiden AS Donald Trump tiba untuk menghadiri selingan musik sebelum makan malam gala sebagai bagian dari KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Selasa (16/6/2026). Foto: Ludovic Marin/Pool via REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 100 persen terhadap negara-negara Uni Eropa (UE) yang menerapkan pajak layanan digital. Dia juga akan membatalkan kesepakatan dagang yang telah disepakati sebelumnya.Dikutip dari AFP, tarif teranyar tersebut akan mengesampingkan seluruh perjanjian perdagangan yang telah dibuat dengan negara terkait, baik yang sudah berlaku, telah ditandatangani, maupun yang masih dalam proses."Negara mana pun yang memberlakukan pajak tersebut akan langsung dikenai tarif 100 persen atas seluruh barang yang dikirim ke Amerika Serikat," kata Trump dikutip dari AFP, Sabtu (27/6).Ancaman itu diutarakan Trump sehari setelah negara-negara Uni Eropa menyetujui perjanjian dagang yang dinegosiasikan dengan AS pada tahun lalu, soal pembatasan tarif impor produk Eropa ke AS maksimal sebesar 15 persen.Bendera Uni Eropa. Foto: REUTERS/Yves HermanJuru Bicara Komisi Eropa mengatakan Uni Eropa akan merespons ancaman tersebut secara cepat dan tegas guna melindungi hak-haknya serta otonomi dalam menetapkan regulasi.Trump beberapa kali ingin menghapus berbagai hambatan perdagangan non-tarif. Orang nomor satu di AS itu menyoroti regulasi ketat Uni Eropa di bidang teknologi dan lingkungan.Hal ini dikarenakan banyak perusahaan teknologi raksasa berbasis di Amerika Serikat, sehingga Trump menilai penerapan pajak layanan digital menjadi hambatan bagi ekspor dan kepentingan bisnis perusahaan-perusahaan AS.Awal bulan ini, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif sebesar 100 persen terhadap produk anggur dan sampanye asal Prancis apabila Paris tidak mencabut pajak layanan digital yang dikenakan kepada perusahaan teknologi.Prancis mulai menerapkan pajak layanan digital sebesar 3 persen pada 2019 terhadap pendapatan yang diperoleh perusahaan teknologi di wilayahnya, termasuk raksasa teknologi asal AS seperti Facebook, Amazon, Apple, dan Alphabet, induk perusahaan Google.