Lebanon, Israel & AS Teken Rancangan Kesepakatan Perdamaian Trilateral

Wait 5 sec.

Ilustrasi peta antara Israel dan Lebanon. Foto: Below the Sky/ShutterstockHarapan perdamaian terbit di Timur Tengah. Israel-Amerika Serikat (AS) dan Lebanon tengah menandatangani rancang bangun perdamaian trilateral jangka panjang. Hal ini diharap mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan. Dilansir AFP, kesepakatan ini lahir usai 5 ronde pembicaraan di Washington. Tujuannya, konflik berpekan-pekan antara Hizbullah dan Israel di selatan Lebanon bisa berakhir. "Rancangan ini adalah permulaan, untuk merumuskan susunan perdamaian yang berkepanjangan," kata Menlu AS Maroc Rubio, Jumat (26/6). Dubes Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh Moawad menyampaikan tanggapan yang serupa. "Ini adalah langkah awal, untuk mengembailakn kedaulatan Lebanon, memulihkan integritas teritorial, memastikan penghentian tembak menembak yang permanen, yang berujung pada kembalinya masyarakat kami ke rumah-rumah mereka," ucap Moawad. Sementara utusan Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menyatakan bahwa perjanjian ini mengesampingkan Hizbullah dan Lebanon. "Tak ada Hizbullah dan Iran, ini adalah jalan perdamaian antara Israel dan Lebanon," kata Leiter. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara saat pertemuan dengan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad dan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, Selasa (14/4/2026). Foto: OLIVER CONTRERAS/AFPSebetulnya, konflik ini bermula pada 2 Maret 2026. Pemicunya, kematian dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara AS-Israel. Hizbullah, yang punya kedekatan dengan Iran membalasnya dengan serangan roket ke Israel. Akibatnya, Israel membalas dan menyerang selatan Lebanon dan sebuah invasi pasukan darat. Sejauh ini sudah ada 4200 orang tewas akibat agresi tersebut. Upaya perdamaian berulang dilakukan, namun belum membuahkan hasil. AS terus menekan Lebanon untuk memulai pembicaraan dengan AS, namun pertikaian belum juga mereda. Awal bulan ini, gencatan senjata diumumkan dan Iran menyatakan bahwa perjanjian damai mereka dengan AS hanya akan berlaku jika memasukkan persoalan Israel dan Lebanon.