Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan paparan kepada pers saat memantau harga barang kebutuhan pokok di Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanMenteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor 20 ton gula kelapa dari Banyumas ke Chicago, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (25/6).Nilai ekspor itu tercata sebesar USD 46.000 atau sekitar Rp 826,06 juta (kurs Rp 17.957 per dolar AS). Gula kelapa tersebut merupakan hasil produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Budi memastikan gula kelapa yang diekspor ke AS telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B sebagai dokumen keterangan asal barang.Budi menuturkan pelaku usaha bisa memanfaatkan fasilitasi perdagangan seperti penjajakan bisnis (business matching) dan menggunakan SKA dalam aktivitas ekspor. Tujuannya agar mendapatkan pengurangan bea masuk ke negara tujuan ekspor.“Pelaku usaha silakan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha,” kata Budi dalam keterangannya, Jumat (26/6).Dia membeberkan PT IMC sebelumnya pernah mengikuti business matching virtual dengan buyer Amerika dan mendapatkan buyer Jerman melalui fasilitasi ITPC Hamburg juga menjadi bagian dari Trade Expo Indonesia 2024 dan mendapatkan sejumlah buyer potensial.Didirikan pada 2012, PT IMC menjual produknya kepada industri yang memerlukan penggunaan gula aren dengan 5.000 mitra pemasok bahan baku, termasuk petani dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap. Hingga saat ini, produk PT IMC telah diekspor 56 negara tujuan ekspor di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia.PT IMC juga telah memanfaatkan empat jenis formulir SKA meliputo Form B untuk mendapatkan tarif bea masuk most-favored nation ke berbagai negara, Form AANZ untuk mendapatkan bea masuk lebih rendah ke kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru, Form D untuk mendapatkan bea masuk khusus kawasan ASEAN, dan Form IJEPA untuk mendapatkan bea masuk lebih rendah ke Jepang.Direktur PT IMC, Mario Ngensowidjaja membeberkan sebanyak 98 persen gula kelapa Indonesia dijual ke luar negeri utamanya Amerika dan Eropa yang gemar mengimpor gula kelapa dari Indonesia.“Permintaan gula kelapa di luar (negeri) sangat luar biasa. Gula kelapa menjadi intan permatanya produk Indonesia untuk ekspor, ini benar-benar mendukung devisa negara,” ujar Mario.Ekspor produk gula Indonesia (HS 170290) mencatat tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 9,61 persen sepanjang 2021–2025. Pada Januari–April 2026, nilai ekspornya mencapai USD 42,67 juta atau naik 45,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Untuk mendorong ekspor komoditas lokal, Kemendag mengajak pelaku usaha memanfaatkan fasilitasi perdagangan melalui 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Hingga Januari–Mei 2026, Kemendag telah memfasilitasi 621 pelaku usaha melalui 333 kegiatan business matching yang menghasilkan potensi transaksi senilai USD 193,88 juta.Selain itu, Kemendag meresmikan tujuh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) baru, termasuk di Banyumas, sehingga total menjadi 103 IPSKA di berbagai daerah guna mempermudah akses pelaku usaha terhadap fasilitas ekspor.