CEO Honda Minta Maaf usai Perusahaan Catat Rugi Pertama dalam 68 Tahun

Wait 5 sec.

CEO Honda Toshihiro Mibe di Japan Mobility Show 2025. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanHonda tengah menghadapi salah satu periode tersulit dalam sejarah perusahaan. Untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada 1957, pabrikan asal Jepang itu membukukan rugi bersih sepanjang satu tahun fiskal.Presiden sekaligus CEO Honda, Toshihiro Mibe, bahkan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para pemegang saham dalam rapat umum tahunan yang digelar di Tokyo, Jumat (27/6). Ia berjanji akan membawa bisnis otomotif Honda kembali menjadi sumber keuntungan yang stabil dalam tiga tahun ke depan.Berdasarkan laporan keuangan tahun fiskal 2025 yang berakhir pada Maret lalu, Honda mencatat rugi bersih sebesar 423,94 miliar yen atau sekitar Rp 47 triliun. Kerugian tersebut terutama dipicu oleh biaya besar yang dikeluarkan perusahaan untuk merombak strategi bisnis kendaraan listrik (EV).Honda Zero SUV di Japan Mobility Show 2025. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanMeski demikian, Honda optimistis kinerjanya akan kembali positif pada tahun fiskal berjalan.Salah satu langkah penyesuaian yang telah dilakukan adalah menghentikan pengembangan tiga model EV yang sebelumnya dipersiapkan untuk diproduksi di Amerika Utara. Keputusan itu diambil menyusul melambatnya permintaan kendaraan listrik di pasar Amerika Serikat.CEO Honda Toshihiro Mibe saat mengenalkan Zero SUV di Japan Mobility Show 2025. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanDi hadapan para pemegang saham, Mibe mengakui keputusan tersebut memicu banyak kritik terhadap manajemen perusahaan. Namun, ia menegaskan tanggung jawabnya saat ini adalah membawa Honda kembali ke jalur pertumbuhan secepat mungkin."Saya bertanggung jawab untuk segera mengembalikan Honda ke jalur pertumbuhan, terus menghadirkan berbagai produk mobilitas khas Honda ke pasar global, serta menunjukkan hasil dalam waktu sesingkat mungkin," ujar Mibe mengutip laporan Japan Today, Minggu (28/6).Di sisi lain, Honda juga masih melanjutkan pembicaraan dengan Nissan Motor Co. dan Mitsubishi Motors terkait sejumlah peluang kerja sama. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan platform kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicle/SDV) generasi berikutnya hingga teknologi baterai.Honda Zero SUV di Japan Mobility Show 2025. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanMeski belum ada keputusan final, Mibe mengatakan komunikasi dengan kedua perusahaan berjalan baik dan beberapa proyek kolaborasi disebut sudah mendekati tahap pengumuman resmi.Terlepas dari kritik yang muncul, para pemegang saham tetap menyetujui usulan penunjukan 11 anggota dewan direksi, termasuk mempertahankan Toshihiro Mibe sebagai CEO. Dalam rapat tersebut, Honda juga mengangkat Mahito Shikama sebagai anggota dewan baru. Pria berusia 48 tahun itu dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan kendaraan otonom Level 3 dan teknologi SDV.