Prancis Catat 1.000 Kematian Berlebih saat Gelombang Panas Ekstrem Sejak 24 Juni

Wait 5 sec.

Matahari terbit di dekat Menara Eiffel dan Basilika Sacre Coeur di atas bukit Montmartre di Paris pada tanggal 1 Juli 2025. Foto: Thibaud Moritz / AFPOtoritas kesehatan Prancis pada Minggu (28/6) melaporkan sekitar 1.000 kematian berlebih (excess deaths) selama gelombang panas ekstrem yang melanda sejak pekan lalu.Lembaga Kesehatan Masyarakat Prancis (Public Health France) menyebut jumlah tersebut merupakan data sementara yang dihitung sejak 24 Juni. Angka itu dibandingkan dengan rata-rata kematian pada periode yang sama di bulan-bulan sebelumnya."Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan (data sementara) tercatat dibandingkan jumlah kematian pada bulan-bulan sebelumnya," demikian pernyataan lembaga tersebut, dikutip AFP.Dalam pernyataan yang sama, wilayah yang berstatus siaga merah akibat suhu panas menjadi daerah dengan dampak paling besar. Sebanyak 85 persen korban meninggal berusia 65 tahun ke atas.Warga membawa kipas angin listrik saat gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (23/6/2026). Foto: Abdul Saboor/REUTERSPublic Health France juga mencatat lonjakan kematian paling banyak terjadi di rumah, terutama di kawasan Île-de-France yang meliputi Paris dan wilayah sekitarnya."Temuan ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas terhadap mereka yang hidup sendiri atau mengalami kesepian, termasuk di kawasan perkotaan yang padat penduduk," tulis Public Health France.Lembaga itu mengingatkan bahwa jumlah korban masih bisa bertambah karena data yang dihimpun belum final dan kemungkinan masih lebih rendah dari kondisi sebenarnya.Gelombang panas yang melanda Prancis dalam beberapa hari terakhir membuat suhu di banyak wilayah menembus 40 derajat Celsius. Namun, pada Minggu suhu mulai berangsur turun setelah cuaca ekstrem berlangsung selama beberapa hari.