Kim Jong-un: Semenanjung Korea di Ambang Perang Nuklir

Wait 5 sec.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un berbicara selama upacara pembukaan Museum Peringatan Prestasi Tempur di Operasi Militer Luar Negeri untuk menghormati pasukan Korea Utara yang gugur saat bertempur untuk Rusia dalam perang melawan Ukraina. Foto: KCNA via REUTERSPemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menilai Semenanjung Korea berada di ambang perang nuklir akibat meningkatnya modernisasi militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).Karena itu, Pyongyang berjanji akan mempercepat penguatan kemampuan pertahanan dan nuklirnya.Pernyataan tersebut disampaikan Kim saat memimpin rapat tiga hari Partai Buruh Korea yang berakhir pada Senin (22/6), menurut kantor berita resmi KCNA, dikutip dari AFP.Peta wilayah perbatasan negara Rusia, Korea Utara dan Korea Selatan. Foto: Peter Furian/ShutterstockKim Jong-un menuding Washington dan Seoul terus memperkuat kekuatan militer di kawasan, termasuk mendorong Korsel memiliki kapal selam bertenaga nuklir.Ia menyebut langkah tersebut membuat ketegangan keamanan semakin meningkat.Menurut KCNA, Kim mengatakan perkembangan itu telah mendorong situasi di Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir.Sebagai respons, Korea Utara menegaskan akan terus memperluas dan memperkuat kemampuan pencegahan militernya.KCNA menyebut pengembangan kekuatan penangkal perang berbasis teknologi nuklir akan dilakukan dengan kecepatan yang lebih tinggi."Memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir secara berkelanjutan adalah cara yang paling tepat untuk menghadapi situasi militer dan politik internasional yang tidak menentu," tulis KCNA mengenai hasil rapat tersebut.Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Foto: Luong Thai Linh / Pool via REUTERSKorut selama ini berulang kali menegaskan tidak akan melepaskan senjata nuklirnya.Awal bulan ini, Kim Yo-jong, adik Kim Jong-un, bahkan menyebut kebijakan nuklir Pyongyang sebagai "garis tanpa jalan mundur".Pernyataan Kim Jong-un muncul ketika Presiden Korsel Lee Jae-myung pada Jumat (19/6) mengungkap bahwa Presiden AS Donald Trump sepakat isu Korut perlu kembali menjadi perhatian utama.Lee juga mengatakan kepada Trump bahwa sanksi terhadap Pyongyang selama ini tidak efektif.