BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memperketat pemeriksaan kesehatan peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon manajer Koperasi Merah Putih. Langkah ini bertujuan menjaga kondisi peserta selama mengikuti pendidikan sekaligus meminimalkan risiko sakit maupun kejadian fatal.Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastiat mengatakan penyelenggara melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, observasi, dan isolasi bagi peserta yang membutuhkan penanganan medis."Sebagai langkah mitigasi, penyelenggara juga melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, observasi, dan isolasi terhadap peserta yang memerlukan layanan kesehatan," kata Ketut dalam jumpa pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu.Ketut menjelaskan, pemeriksaan kesehatan membantu penyelenggara mengetahui kondisi fisik dan riwayat kesehatan setiap peserta. Pelatih kemudian menggunakan hasil pemeriksaan tersebut untuk menyesuaikan intensitas serta jenis latihan fisik sesuai kemampuan masing-masing peserta.Kemhan juga memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan TNI agar peserta yang membutuhkan rujukan segera memperoleh layanan medis."Kami berkoordinasi intensif dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan TNI untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan optimal," ujar Ketut.Ia berharap penyelenggara menjalankan seluruh rangkaian latsarmil dengan aman dan lancar sehingga mampu mencetak calon pengelola Koperasi Merah Putih yang siap bertugas.Sebelumnya, Kemhan telah menerapkan pemeriksaan kesehatan di sejumlah lokasi pelatihan, termasuk di Markas Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP Brigif 1 Marinir Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengatakan tim pelatih memisahkan peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis atau gangguan kesehatan sejak awal agar tidak mengikuti aktivitas fisik berat."Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Agus.Agus menjelaskan, tim medis mengumpulkan data kesehatan peserta melalui pemeriksaan sebelum pelatihan dimulai. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelatih mengarahkan peserta yang memiliki riwayat penyakit untuk mengikuti materi di dalam kelas, sedangkan peserta yang sehat mengikuti latihan lapangan.Selama latsarmil, peserta mengikuti apel pagi, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga latihan menembak pada pekan ketiga sebagai bekal dasar kemiliteran sebelum menjalankan penugasan berikutnya."Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya," ujar Agus. (*)