Orang-orang berjalan melewati bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Foto: Manaure Quintero / AFPKorban gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Sehari setelah dua gempa besar mengguncang negara itu, Kamis (25/6), ribuan orang menjadi korban jiwa, sementara ratusan lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.Gempa berkekuatan 7,2 magnitudo mengguncang wilayah sekitar 160 kilometer di barat Caracas pada Rabu (24/6) malam waktu setempat. Kurang dari satu menit kemudian, gempa susulan berkekuatan 7,5 magnitudo kembali mengguncang kawasan yang sama, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).USGS memperkirakan bencana tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah sangat besar. Berdasarkan pemodelan awal lembaga itu, jumlah korban diperkirakan dapat mencapai ribuan hingga lebih dari 10.000 orang.Hingga Kamis siang waktu setempat, pemerintah Venezuela menyatakan sedikitnya 188 orang meninggal dunia, 1.520 orang terluka, dan sekitar 200 orang masih terjebak di reruntuhan bangunan.Selain itu, sekitar 250 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga ambruk.Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Foto: Juan BARRETO / AFPPresiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan wilayah La Guaira yang berada di dekat Caracas menjadi daerah dengan dampak paling parah."La Guaira telah menjadi zona bencana," kata Rodriguez dikutip dari Reuters, Jumat (26/6).Pemerintah, lanjut dia, telah mengerahkan alat berat bersama sejumlah perusahaan untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban.Warga Keluhkan Lambatnya BantuanDi sejumlah wilayah terdampak, tim penyelamat bekerja sepanjang malam menyisir puing-puing bangunan. Namun di beberapa lokasi lain, warga mengaku bantuan masih sangat minim.Seorang warga La Guaira, Yamileth Jimenez, mengatakan putranya yang berusia 19 tahun diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan apartemen tujuh lantai tempat mereka tinggal."Anak saya masih berada di bawah reruntuhan dan belum ada alat berat untuk mengeluarkannya," ujar Jimenez.Ia mengaku musibah tersebut datang hanya beberapa hari setelah ayahnya meninggal dunia.Sementara itu, warga lainnya, Pedro Perez (64), mengatakan rumah sekaligus tempat usahanya hancur akibat gempa. Ia kini terpaksa bertahan di jalan bersama istri dan anak-anaknya."Kami kehilangan semuanya. Tidak ada makanan maupun obat-obatan. Kami hanya berharap bantuan segera datang," katanya.Reuters juga melaporkan terjadi aksi penjarahan di dua toko di La Guaira saat warga berusaha mencari makanan dan air bersih.Bandara utama Caracas yang berada di wilayah tersebut turut ditutup setelah mengalami kerusakan akibat gempa.Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Foto: Manaure Quintero / AFPKepanikan di CaracasSaat gempa terjadi, banyak warga masih berada di rumah karena Venezuela sedang memperingati hari libur nasional.Getaran kuat membuat warga berhamburan keluar rumah dan gedung-gedung bertingkat."Begitu kami berhasil turun, pemandangannya seperti film horor. Kami harus melewati puing-puing bangunan. Dari gedung sebelah, saya hanya melihat satu keluarga yang berhasil keluar," kata warga Caracas, Maria Alejandra.Di Caracas bagian selatan, seorang pensiunan berusia 80 tahun, Maria Romero, mengatakan polisi membantu mengevakuasinya dari apartemen."Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa tahun 1967," ujarnya.Di kota Morón, yang berada dekat pusat gempa di negara bagian Carabobo, sejumlah rumah juga dilaporkan roboh. Wali Kota Emily Riera mengatakan sedikitnya delapan orang meninggal dunia di wilayah tersebut, termasuk tiga anak.Selain korban jiwa, pasokan listrik dan air bersih di sejumlah kawasan masih terputus.Sejumlah orang membantu seorang wanita setelah gempa bumi melanda Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026). Foto: Gaby Oraa/REUTERSPuluhan Ribu Orang Dilaporkan HilangSebuah situs pelacakan korban hilang yang dibagikan kelompok oposisi Venezuela mencatat lebih dari 35 ribu laporan orang hilang hingga Kamis siang waktu setempat. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi seluruh laporan tersebut.USGS menyebut gempa berkekuatan 7,5 tersebut menjadi yang terkuat di Venezuela sejak 1900.Venezuela memang berada di kawasan pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang aktif secara tektonik. Salah satu gempa paling mematikan di negara itu terjadi pada 1812 dan menewaskan sekitar 30 ribu orang.Bantuan Internasional Mulai BerdatanganSejumlah negara menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan kepada Venezuela.Presiden sementara Delcy Rodriguez mengatakan tim penyelamat dari berbagai negara dijadwalkan segera tiba untuk membantu proses evakuasi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, atas dukungan yang diberikan.Di berbagai negara, komunitas diaspora Venezuela mulai menggalang bantuan kemanusiaan, sementara keluarga korban berupaya mencari kabar kerabat mereka yang masih belum diketahui keberadaannya.