Lionel Messi dari Argentina, Michael Olise dari Prancis, Lamine Yamal dari Spanyol, dan Mohamed Salah dari Mesir adalah pemain sepak bola yang sangat terampil. Kemampuan kaki mereka sedikit berbeda dari kebanyakan orang dan secara alami sama-sama “berkaki kiri”.Sebanyak 14 – 17% populasi pesepakbola global berkaki kidal. Proporsinya meningkat 23 – 32% dalam tim sepak bola internasional. Bahkan, jumlahnya mencapai 41% di antara para pemain bertahan tim junior di Belanda.Pemain berkaki kidal memiliki sejumlah keunggulan dalam sepak bola level elite.Strategis di lapanganKetika membangun tim, para pencari bakat tidak hanya menginginkan pemain dengan kebugaran, pergerakan, dan kemampuan kognitif yang baik. Mereka juga melihat kelihaian pemain dalam menggunakan kaki kiri. Kemampuan ini punya nilai strategis yang sangat besar di lapangan.Sebuah studi di Belanda mengungkap bahwa pesepakbola berkaki kidal berpeluang lebih besar terpilih dalam tim pengembangan pemain muda nasional. Namun, hal ini tak menjamin mereka pasti akan sukses menjadi pemain profesional di level teratas. Dalam program pelatihan, para pemain berkaki kidal tetap akan bersaing secara ketat untuk memperebutkan posisi di tim.Peran pemain berkaki kidal sangat penting dalam sebuah tim. Sebab, tim akan diuntungkan ketika pemain ditempatkan di sisi lapangan yang sesuai dengan preferensi kaki dominan mereka.Pemain yang berposisi di sayap kiri, seperti pesepakbola kidal legendaris asal Australia, Harry Kewell, bisa dengan sangat cepat dan efisien mengoper atau menembak bola dengan satu sentuhan, tanpa harus menggiring bola.Karena sudah berada di posisi yang tepat, mereka tidak perlu mengubah posisi berdiri untuk menerima atau mengoper bola dengan kaki dominan.Umumnya, pemain kidal lebih banyak ditempatkan di posisi sayap kiri karena saat mengoper bola ke depan, mereka tidak perlu menggiringnya ke sisi kanan alias area dalam lapangan yang berisiko lebih banyak ditekel pemain lawan. Namun, menempatkan mereka di posisi sayap kanan juga memberikan sejumlah keuntungan. Messi sering kali mengoyak area dalam jantung pertahan lawan dari posisi sayap kanan. Megabintang Messi sering kali memanfaatkan keunggulan berkaki kidal ketika menyisir area sayap kanan. Saat bermain di sisi berlawanan dari kaki dominannya, Messi dapat menggiring bola secara diagonal sembari merobek area dalam jantung pertahanan lawan. Yamal dan Olise—yang ditempatkan sebagai pemain sayap kanan murni—juga punya kecenderungan serupa.Dilengkapi kaki kanan yang mumpuni untuk menggocek, mendukung penguasaan bola, dan membuat para bek lawan kebingungan, mereka menusuk ke dalam pertahanan lawan menggunakan kaki kiri. Ini sekaligus membuka posisi tubuh mereka, memperluas pandangan untuk melihat celah pertahanan, serta menciptakan ruang yang baik untuk mengoper bola ke para penyerang.Ganggu pola permainan lawanLawan yang menggunakan kaki kiri berpotensi sulit untuk dihadapi. Sebab, pola gerakan mereka tidak sefamilier para pemain berkaki kanan.Saat bertanding, pesepakbola secara sadar maupun refleks mencari pola dalam gerakan untuk membantu mereka memahami pergerakan lawan selanjutnya.Gerakan tubuh sekecil apa pun (seperti membungkukkan salah satu bahu dan mencondongkan badan) bisa menjadi petunjuk kecenderungan lawan bergerak dan mengoper bola.Dibandingkan pemain berkaki kanan, pola pergerakan pemain kidal yang kurang familier bisa mengganggu pola-pola yang umum dipahami pemain lawan. Mereka membutuhkan waktu tambahan untuk mencerna informasi, membuat keputusan, lalu bereaksi saat menghadapi pemain kidal.Meskipun pemain elite biasanya sangat berpengalaman dalam menghadapi lawan berkaki kiri maupun kanan, tiap milidetik ini sangat berpengaruh dalam turnamen besar seperti Piala Dunia.Bisakah kita melatih kaki kiri?Ya, dan setiap pesepakbola yang ingin meningkatkan kemampuan harus melakukannya. Meski begitu, hal ini tidak lantas mengubah preferensi kaki bawaan kita.Tujuan latihan ini adalah untuk membangun ambidextrous alias kemampuan menggunakan kedua sisi kaki dengan sama baiknya atau minimal mendekati kaki yang dominan. Pemain yang mau bekerja keras menguasai hal ini tentu akan sangat dihargai di dunia sepak bola.Kelebihan lainnya, melatih kaki kiri mungkin bisa meningkatkan kreativitas di lapangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemain kidal mendapat skor sedikit lebih baik dalam tes berpikir kreatif. Alasannya, mereka terbiasa beradaptasi dengan dunia yang mayoritas fasilitasnya dirancang untuk orang dominan kanan.Tak heran, saat menyaksikan pemain favorit selama Piala Dunia dan mengagumi kebugaran, kecerdasan, dan keterampilan mereka, kita mungkin juga bertanya-tanya tentang keajaiban yang dibawa para pemain kidal di lapangan.Kylie A. Steel tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.