Ilustrasi investasi saham. Foto: Shutter StockSaham-saham Asia bergerak tanpa arah yang jelas pada Rabu (24/6), sementara harga minyak mentah melanjutkan penurunan dan bertahan di dekat level terendah dalam empat bulan. Analis memperingatkan potensi volatilitas baru akibat valuasi saham kecerdasan buatan (AI) yang dinilai terlalu tinggi serta ketidakpastian prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.Mengutip Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen setelah sempat bergerak naik dan turun sepanjang perdagangan. Saham Korea Selatan, yang anjlok 10 persen pada Selasa dan mencatat penurunan harian terdalam sejak Maret, berbalik menguat 3,5 persen. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang turun 0,4 persen dan saham Taiwan melemah 1,9 persen.“Pergerakan harga di pasar selama tujuh hari perdagangan terakhir cukup mengkhawatirkan, bukan hanya saat turun, tetapi juga saat naik,” kata analis pasar Moomoo Securities Australia, Michael McCarthy.“Ketika pasar bergerak sangat cepat ke dua arah, itu merupakan tanda adanya ketidakstabilan.”Harga minyak turun lebih dari 1 persen pada Rabu, memperpanjang pelemahan pekan ini dan diperdagangkan di dekat level terendah empat bulan. Penurunan terjadi setelah muncul indikasi bahwa lebih banyak kapal tanker minyak yang sempat tertahan di Teluk Persia akan mulai melintasi Selat Hormuz.Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi keberlangsungan kesepakatan damai tersebut. Amerika Serikat dan Iran memberikan penjelasan yang berbeda mengenai isi kesepakatan yang dicapai, termasuk terkait inspeksi nuklir dan pengendalian Selat Hormuz.Perbedaan pandangan antara Washington dan Teheran itu “dapat menjadi sumber kekhawatiran ke depan,” kata Yoshitaka Araya dari Monex Securities.Mengikuti sentimen dari Asia, kontrak berjangka saham Eropa mayoritas melemah. Euro Stoxx 50 dan DAX Jerman masing-masing turun 0,3 persen, sedangkan FTSE Inggris melemah 0,67 persen.Di Amerika Serikat, kontrak berjangka relatif stabil. S&P 500 E-mini naik 0,1 persen, Nasdaq 100 E-mini menguat 0,2 persen, sementara Dow E-mini bergerak datar. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 0,6 basis poin menjadi 4,487 persen.Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan kinerja produsen chip memori Micron Technology yang akan dirilis pada Rabu. Hasil keuangan perusahaan itu diperkirakan memberikan petunjuk mengenai prospek industri chip memori dan AI setelah reli tajam sepanjang tahun ini.Di pasar valuta asing, dolar AS melanjutkan penguatan dan mencapai level tertinggi baru dalam 13 bulan terhadap sekeranjang mata uang utama. Indeks dolar naik 0,07 persen menjadi 101,46.Penguatan dolar memberi tekanan besar pada yen Jepang yang diperdagangkan di level 161,53 per dolar AS. Kondisi ini membuat pelaku pasar waspada terhadap kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menopang mata uangnya yang terus melemah.Ringkasan pandangan dari rapat Bank of Japan bulan ini yang dirilis Rabu menunjukkan para pembuat kebijakan memperdebatkan meningkatnya risiko inflasi. Sebagian anggota bahkan mendorong kenaikan suku bunga yang lebih cepat setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 31 tahun, yakni 1 persen.Euro melemah 0,15 persen ke US$ 1,1364, sementara poundsterling turun ke US$ 1,3192. Harga emas spot melanjutkan penurunan dengan terkoreksi 1,1 persen menjadi US$ 4.064,01 per ons, menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil tersebut. Di pasar kripto, bitcoin naik 0,2 persen menjadi US$ 62.499,52, sedangkan ether turun 0,2 persen ke US$ 1.658,09.