Kapal angkatan laut dari Rusia dan China melakukan patroli militer maritim bersama di perairan Samudra Pasifik, Sabtu (23/10). Foto: Kementerian Pertahanan Rusia/via REUTERSAmerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman menyuarakan kekhawatiran atas aktivitas China di perairan lepas pantai timur Taiwan. Keempat negara menilai langkah Beijing berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta mengancam kebebasan navigasi internasional.Kekhawatiran itu muncul setelah China mengerahkan kapal-kapal Penjaga Pantai ke wilayah perairan di timur Taiwan sejak awal Juni. Beijing menyebut, operasi tersebut sebagai bagian dari kegiatan penegakan hukum maritim.Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Washington menilai tindakan China bersifat provokatif dan dapat meningkatkan ketegangan di kawasan."Tindakan China sangat mengganggu stabilitas," kata pejabat Departemen Luar Negeri AS dikutip dari Reuters, Kamis (25/6).Amerika Serikat menegaskan penolakannya terhadap klaim yurisdiksi China yang dinilai dapat membatasi kebebasan navigasi maupun aktivitas maritim internasional lainnya.Secara terpisah, kantor perwakilan Inggris, Prancis, dan Jerman di Taipei mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti aktivitas China tersebut.Menurut mereka, patroli yang dilakukan Beijing berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran internasional dan mengubah status quo secara sepihak."Tindakan-tindakan ini mengancam stabilitas regional dan kebebasan navigasi serta keselamatan pelayaran internasional," demikian pernyataan bersama ketiga negara tersebut.Kapal angkatan laut dari Rusia dan China melakukan patroli militer maritim bersama di perairan Samudra Pasifik, Sabtu (23/10). Foto: Kementerian Pertahanan Rusia/via REUTERSDipicu Sengketa PerairanChina mengatakan, pengerahan kapal Penjaga Pantai dilakukan setelah Jepang dan Filipina mengumumkan rencana memulai pembicaraan resmi mengenai batas maritim mereka.Beijing menilai, sebagian wilayah yang dibahas kedua negara tersebut berada di kawasan yang diklaim China sebagai bagian dari hak maritimnya di sekitar Taiwan.Selain kapal patroli, China juga mengirim kapal survei maritim ke wilayah yang sama.Pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut. Taipei menegaskan perairan di lepas pantai timur Taiwan bukan berada di bawah yurisdiksi China.Menurut otoritas Taiwan, sejumlah kapal dagang yang melintas di kawasan tersebut sempat dihentikan dan dimintai informasi oleh Penjaga Pantai China.Taiwan menyebut setidaknya tiga kapal komersial mengalami gangguan saat melintasi jalur pelayaran internasional di kawasan itu.Kolase foto: Bendera China dan Taiwan. Foto: AFPSementara itu, Beijing membela operasinya. Juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Zhang Han, mengatakan patroli tersebut dilakukan secara sah untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan maritim China.Menurut Zhang, kapal-kapal Penjaga Pantai China telah memeriksa hampir 200 kapal yang melintas di wilayah tersebut serta melakukan patroli di sekitar jalur kabel bawah laut dan area survei hidrografi.Ketegangan terbaru ini menambah panjang daftar perselisihan antara China dan Taiwan. Beijing terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa pulau itu memiliki pemerintahan sendiri yang terpisah dari China.