Prabowo Bahas Kerja Sama Imperial College London untuk 10 Universitas Kedokteran Baru

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London, Inggris, untuk membahas kerja sama strategis pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk rencana pembangunan 10 universitas kedokteran baru.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, membahas kemitraan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan riset nasional.Brian menjelaskan Indonesia dan Imperial College London menjalankan strategic partnership program di mana pihak kampus Inggris tersebut menjadi mentor bagi 10 universitas kedokteran baru di Indonesia.Ia menyebut profesor Imperial College akan membimbing penyusunan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, standar pengajaran, desain rumah sakit pendidikan, serta penguatan riset.“Imperial College akan mendampingi pengembangan 10 kampus baru, mulai dari kurikulum, dosen, hingga standar pendidikan,” kata Brian.Kerja sama ini juga mencakup penelitian bersama dan program profesor tamu untuk memperkuat kapasitas akademik perguruan tinggi Indonesia.Brian menilai kolaborasi ini meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan riset nasional serta memperkuat ekosistem perguruan tinggi di Indonesia.Selain bertemu Presiden Prabowo, delegasi Imperial College juga berdiskusi dengan Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan teknologi.Brian menegaskan kerja sama ini tidak hanya menguatkan 10 universitas baru, tetapi juga memberi dampak positif bagi perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.Imperial College London saat ini menempati peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings dan menjadi salah satu kampus terbaik global.Brian menyebut kerja sama ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan daya saing perguruan tinggi di tingkat global. (*)