Pemerintah Siapkan Transisi Pertanian Rendah Emisi Karbon

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com,DENPASAR - Pemerintah menyiapkan transisi menuju pertanian rendah emisi karbon melalui praktik berkelanjutan yang sejalan dengan RPJMN 2025 - 2029.Kepala Biro Kerja Sama Pertanian Kementerian Pertanian, Ade Candradijaya, mengatakan pemerintah akan mendorong budidaya padi rendah emisi, terutama di wilayah dengan produktivitas rendah dan menengah. Program ini menekan emisi, menjaga produktivitas, dan meningkatkan pendapatan petani melalui langkah - langkah yang terukur.Pemerintah juga memanfaatkan teknologi digital, memperkuat sistem data pertanian, serta meningkatkan produksi beras melalui investasi irigasi, pembenihan, dan pemberdayaan petani.Ade menegaskan pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi untuk memperkuat ketahanan pangan. Pemerintah juga menjaga sumber daya air, meningkatkan kesehatan tanah, memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim, dan mendorong efisiensi produksi.Untuk mendukung upaya tersebut, Indonesia menggandeng Global Environment Facility, Food and Agriculture Organization, World Bank, United Nations Development Programme, serta berbagai mitra internasional melalui Program Terintegrasi Sistem Pangan (FSIP). Program ini mendorong produksi pangan berkelanjutan, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan iklim.Sistem pangan dan pertanian global menghasilkan 16,5 miliar ton emisi setara karbon dioksida pada 2023. FAO mencatat jumlah tersebut setara dengan sekitar 32 persen dari total emisi gas rumah kaca dunia. (*)