Tata, ayahnya Taufik Hidayat saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Youtube/ Kang Dedi Mulyadi ChannelKasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung terus berkembang. Setelah Taufik Hidayat (30) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, sejumlah fakta baru mengenai kehidupan dan rekam jejaknya mulai terungkap.Mulai dari pengakuan mantan istri yang menyebut pernikahan mereka hanya bertahan dua minggu, kesaksian ayah mengenai sifat temperamental Taufik sejak kecil, hingga fakta bahwa ia merupakan seorang residivis.Pernikahan Hanya Bertahan Dua MingguPengakuan tersebut disampaikan mantan istri Taufik saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama ayah Taufik dan Kepala Desa Ciaro. Percakapan itu diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi.Perempuan tersebut mengatakan menikah dengan Taufik pada 2015 setelah berpacaran sekitar empat bulan. Namun, rumah tangga mereka hanya bertahan dua pekan."Enggak lama, dua minggu."Mantan istri Taufik Hidayat, yang dinikahkan hanya 2 minggu. Foto: Youtube/ Kang Dedi Mulyadi ChannelMenurutnya, setelah menikah sifat Taufik berubah drastis. Persoalan kecil kerap memicu pertengkaran.Ia juga mengaku Taufik pernah membawa pergi emas mas kawin dan cincin pertunangan saat sedang marah."Kalau misalkan marah, mas kawin sama cincin tunangan dibawa semua."Saat ditanya Dedi Mulyadi, ia menjelaskan mas kawin yang diberikan berupa emas seberat 10 gram.Selain itu, mantan istri Taufik menggambarkan mantan suaminya sebagai sosok yang sangat posesif dan pencemburu."Iya cemburuan banget Pak."Ia mengaku sempat dilarang keluar rumah, bahkan hanya untuk pergi ke pasar bersama ibunya."Kalau ke pasar sama mama, dia suka bilang jangan keluar. Jadi saya di rumah terus."Polisi saat mengamankan Taufik Hidayat di Majalaya, Bandung, Senin (23/6/2026). Foto: Dok. IstimewaTinggalkan Istri Saat HamilMantan istri Taufik juga mengungkap dirinya harus membesarkan anak seorang diri setelah ditinggalkan.Selama hampir 10 tahun, menurutnya, Taufik hanya dua kali menemui anak mereka dan tidak pernah memberikan nafkah."Dua kali setahu saya."Kini, ia mengaku khawatir kasus yang menjerat mantan suaminya akan berdampak pada kondisi psikologis anak mereka yang telah berusia 10 tahun."Takutnya jadi kepikiran anak, mentalnya takut."Tata, ayahnya Taufik Hidayat saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Youtube/ Kang Dedi Mulyadi ChannelAyah Ungkap Taufik Temperamental Sejak KecilDalam pertemuan yang sama, ayah Taufik, Tata, mengaku anaknya sudah menunjukkan sifat temperamental sejak kecil.Ia bahkan mengaku pernah dipukul menggunakan kayu ketika sedang bekerja di sawah."Pernah dipukul kepala pakai kayu."Menurut Tata, saat itu Taufik marah karena di rumah tidak tersedia lauk."Lagi di rumah lagi nganggur dia, mau makan enggak ada ikannya."Setelah memukul ayahnya, Taufik sempat kabur selama sekitar satu minggu sebelum akhirnya kembali meminta maaf."(Taufik) datang lagi minta maaf. Nangis."Ayah Taufik juga mengaku hubungannya dengan sang anak sudah lama renggang. Bahkan enam bulan sebelum kasus ini mencuat, mereka sudah tidak lagi bertemu.Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTOKepala Desa: Pernah DipenjaraFakta lain diungkap Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kusnaedi.Ia mengatakan Taufik pernah dipidana selama satu tahun enam bulan dalam perkara penganiayaan dan penggelapan sepeda motor."Pernah kasus penganiayaan sama penggelapan motor. Saya yang ngurusin. Pernah ditahan... dipenjara satu tahun setengah."Menurut Kusnaedi, Taufik juga dikenal sebagai anak yang bermasalah sejak remaja."Dari kecilnya juga udah ada kembang-kembang kenakalan, brandal."Ia menyebut Taufik juga pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang semasa muda.Pertemuan terakhir Kusnaedi dengan Taufik disebut terjadi sekitar tahun 2016.Kasus YTR Masih DidalamiKasus ini menjadi perhatian publik setelah YTR ditemukan dalam kondisi luka berat usai diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan selama bertahun-tahun.Korban mengalami berbagai luka serius, mulai dari cedera kepala, luka akibat benda tajam, luka bakar, kerusakan bibir, hingga kehilangan fungsi penglihatan pada mata kanan yang akhirnya harus diangkat melalui operasi.Saat ini YTR masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyatakan akan membantu proses rekonstruksi wajah korban.Sementara itu, Taufik telah ditahan di Polda Jawa Barat dan dijerat dengan pasal penganiayaan berat serta penyekapan. Penyidik masih terus mengembangkan perkara, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain.