Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockIndeks utama saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Kamis (25/6). Indeks Nasdaq ditutup melemah tertekan oleh penurunan saham-saham perusahaan teknologi berkapitalisasi besar. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup nyaris tidak berubah dan Dow Jones menguat seiring investor mencermati serangkaian data ekonomi terbaru.Dikutip dari Reuters, Jumat (26/6), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 71,72 poin atau 0,14 persen menjadi 51.920,62. Indeks S&P 500 turun 0,73 poin atau 0,01 persen menjadi 7.357,49, sedangkan Nasdaq Composite melemah 118,03 poin atau 0,46 persen menjadi 25.358,60.Nasdaq terbebani saham sektor teknologi yang sempat menguat pada awal perdagangan, namun akhirnya ditutup lebih rendah. Investor mengkhawatirkan besarnya belanja perusahaan hyperscaler untuk kecerdasan buatan (AI) dan pihak yang akan menanggung biaya tersebut. Kekhawatiran itu mengalahkan sentimen positif atas permintaan AI yang disampaikan oleh Micron dan Qualcomm.Nasdaq berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2025. Saham Apple merosot 6,1 persen setelah perusahaan menaikkan harga iPad dan MacBook untuk mengimbangi lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan. Saham Nvidia, Microsoft, dan Alphabet juga melemah antara 0,5 persen hingga 3,5 persen.Saham Micron melonjak 15,7 persen setelah laporan keuangan dan proyeksi perusahaan melampaui ekspektasi Wall Street. Meski demikian, kekhawatiran terkait belanja berbasis utang oleh perusahaan hyperscaler serta prospek kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish tetap membebani pasar sepanjang pekan ini.“Pasar menyadari bahwa kinerja laba dan pendapatan luar biasa dari satu perusahaan berarti ada pihak lain yang pada akhirnya harus menanggung biayanya. Agar Micron mampu membukukan laba dan pendapatan sebesar itu, pasti ada pihak lain yang mengorbankannya,” Chief Investment Officer BMO Family Office, Carol Schleif.Ilustrasi Chip Smartphone. Foto: Scharfsinn/ShutterstockSaham produsen chip memori Sandisk juga melonjak 22 persen. Saham Qualcomm, Western Digital, dan Seagate Technology turut mencatat kenaikan.Enam dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 ditutup menguat, dipimpin sektor industri yang naik 2,2 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumsi non-primer (consumer discretionary) dan barang konsumsi primer (consumer staples) mencatat pelemahan terbesar, sementara sektor teknologi turun 0,1 persen.Saham Bio-Techne Corp melonjak 11,8 persen setelah Merck KGaA asal Jerman sepakat mengakuisisi perusahaan bioteknologi tersebut dengan harga tunai sebesar USD 73 per saham, yang merepresentasikan total nilai perusahaan sekitar USD 11,3 miliar.Berdasarkan data London Stock Exchange (LSEG), Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 3,2 persen dan berada di jalur untuk mencatat kinerja kuartalan terbaik sepanjang sejarah.Departemen Perdagangan Amerika Serikat merilis serangkaian data ekonomi pada Kamis. Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat pada Mei dan menembus level 4,0 persen untuk pertama kalinya dalam tiga tahun akibat kenaikan harga energi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong Federal Reserve semakin dekat untuk kembali menaikkan suku bunga.Data LSEG juga menunjukkan, para pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin sebelum akhir tahun, sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan inflasi.Revisi final data produk domestik bruto (PDB) kuartal I menunjukkan ekonomi AS tumbuh 2,1 persen, lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya sebesar 1,6 persen. Sementara itu, data klaim pengangguran menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih besar dari perkiraan.Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang menguat melampaui saham yang melemah dengan rasio 1,4 banding 1. Tercatat 342 saham mencetak level tertinggi baru dan 276 saham menyentuh level terendah baru. Sementara di Nasdaq, sebanyak 2.325 saham menguat dan 2.463 saham melemah, sehingga saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik dengan rasio 1,06 banding 1.Indeks S&P 500 mencatat 55 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 15 saham yang mencatat level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 208 saham di level tertinggi baru dan 235 saham di level terendah baru.Volume perdagangan di seluruh bursa saham Amerika Serikat mencapai 20,34 miliar saham, dibandingkan rata-rata 23,04 miliar saham per sesi selama 20 hari perdagangan terakhir.