Ilustrasi Bursa Saham Thailand. Foto: Kurikawa/ShutterstockBursa saham Thailand mencatat kinerja terbaik di antara negara-negara Asia Tenggara tahun ini, seiring investor menemukan sumber yang tak terduga untuk mendapatkan eksposur terhadap ledakan industri kecerdasan buatan (AI) global.Sebagian besar kenaikan tersebut ditopang oleh Delta Electronics (Thailand) Pcl. Produsen sistem kelistrikan untuk pusat data AI itu melonjak lebih dari 80 persen sepanjang tahun ini dan menjadi perusahaan pertama di Thailand dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD 100 miliar. Nilai perusahaan tersebut bahkan melampaui gabungan kapitalisasi empat saham terbesar Thailand berikutnya.Delta Electronics juga menjadi perusahaan paling bernilai kedua di Asia Tenggara dalam indeks MSCI ASEAN, hanya berada di bawah DBS Group Holdings Ltd.Meski Thailand tidak memiliki perusahaan semikonduktor besar seperti Taiwan atau Korea Selatan, investor mulai menyadari peran negara tersebut dalam memasok infrastruktur yang menopang perkembangan AI.“Thailand memang bukan pasar AI murni, tetapi eksposurnya terhadap pusat data, elektronik, sistem tenaga, dan infrastruktur digital memberikan cara baru bagi investor untuk melihat saham Thailand, di luar sektor pariwisata, perbankan, dan konsumsi domestik yang selama ini menjadi andalan,” kata Strategist Bloomberg Intelligence, Sufianti, dikutip dari Bloomberg, Jumat (26/6).Kenaikan Delta menjadi bukti paling nyata dari perubahan tersebut. Perusahaan elektronik itu memproduksi sistem manajemen daya yang digunakan pada server dan pusat data, sehingga menjadi pemasok penting bagi infrastruktur yang mendukung perkembangan AI.Analis Globlex Securities Co. Ltd di Bangkok, Suwat Sinsadok, mengatakan perusahaan tersebut menunjukkan kinerja yang mengesankan melalui ekspansi kapasitas yang tepat waktu untuk memenuhi lonjakan permintaan pusat data di seluruh dunia.Ia menambahkan, laba Delta secara konsisten melampaui ekspektasi setiap kuartal selama dua tahun terakhir, meskipun menghadapi tekanan dari tarif Amerika Serikat (AS) dan perang di Timur Tengah. Menurutnya, kinerja laba yang lebih baik dari perkiraan masih berpotensi berlanjut.Delta Menyumbang Seperlima dari Bobot SETSaat ini, Delta menyumbang sekitar seperlima dari bobot indeks Stock Exchange of Thailand (SET), lebih dari dua kali lipat dibandingkan bobotnya pada Juni 2025. Meski demikian, pasar saham Thailand masih tidak terlalu bergantung pada saham teknologi dibandingkan Korea Selatan dan Taiwan, dua bursa saham utama Asia dengan kinerja terbaik tahun ini.Raksasa semikonduktor SK Hynix Inc dan Samsung Electronics Co secara bersama-sama menyumbang lebih dari separuh bobot indeks Kospi Korea Selatan. Sementara itu, indeks Taiex Taiwan juga didominasi saham teknologi, dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) sendiri mencakup lebih dari 40 persen bobot indeks.Di sisi lain, Delta merupakan satu-satunya perusahaan teknologi murni di antara emiten terbesar Thailand. Empat perusahaan terbesar lainnya adalah operator telekomunikasi Advanced Info Service Pcl, perusahaan energi PTT Pcl, produsen listrik Gulf Development Pcl, dan Airports of Thailand Pcl.Dibandingkan dengan pasar saham negara-negara Asia Tenggara lainnya, indeks saham Thailand telah naik lebih dari 20 persen sepanjang 2026 hingga Rabu (24/6). Kinerja tersebut mengungguli pasar saham Singapura dan Vietnam, serta berbanding terbalik dengan pasar saham Indonesia yang masih mencatat penurunan.Meski sejumlah produsen elektronik Thailand lainnya juga mengalami kenaikan harga saham tahun ini, skala mereka masih jauh di bawah Delta. Hanya Cal-Comp Electronics Thailand Pcl, KCE Electronics Pcl, dan pada periode tertentu Hana Microelectronics Pcl yang memiliki kapitalisasi pasar di atas USD 1 miliar.