Menteri Keuangan Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta pada Jumat (26/6/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan penghematan lebih lanjut. Meski demikian, ia tak merinci besaran penghematan yang akan dilakukan BGN.Purbaya mengaku sudah bertemu dengan Kepala BGN, Nanik S Deyang pada Kamis (25/6).“Sudah ke sini dia (Kepala BGN) melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan. Tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta pada Jumat (26/6).Purbaya juga bercerita bahwa Nanik memaparkan beberapa kesulitan yang dialami BGN, salah satunya adalah sulitnya upaya pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.“Saya bilang begini, kalau begitu yaudah. Yang menguasai di daerah-daerah biar aja kementerian keuangan. Nanti orang-orang saya di daerah akan monitor SPBG secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya. Mereka setuju,” ujarnya.Emilia Widyastuti (33), penyandang tunarungu wicara yang kini bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gempeng, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto: Dok. Bakom RIPurbaya memang tak memberi detail besaran anggaran yang dipotong dari BGN. Namun, ia tak menampik pertanyaan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari yang menyebut angka Rp 40 triliun dalam penghematan.“Mungkin (Rp 40 triliun). Ya, lu tanya dia. Tanya dia aja. Dia yang lebih ngerti daripada saya. Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Iya, tapi biar programnya jalan,” kata Purbaya.Meski ada pemotongan, Purbaya juga memastikan bahwa besaran anggaran per menu MBG tak akan berkurang. Justru, penghematan dilakukan agar makanan dalam menu MBG dipastikan tetap bergizi.“Jadi justru dipastikan makannya tetap bergizi. Yang jelas SDM-nya diperbaikin, kalau nggak salah mereka akan meng-hire lebih banyak ahli gizi di situ,” ujarnya.