Vespa edisi 80 tahun dengan warna hijau khas 1940-an meluncur di Vietnam. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanDi tengah persaingan industri roda dua yang semakin agresif dengan desain futuristik, fitur digital, hingga elektrifikasi, Vespa memilih jalan berbeda. Merek asal Italia itu tidak ingin meninggalkan identitas klasik yang telah melekat selama puluhan tahun, namun tetap berupaya relevan mengikuti perkembangan zaman.CEO Piaggio Asia Pacific, Gianluca Fiume mengatakan tantangan terbesar sebuah merek ikonik bukan hanya menjual produk, tetapi menjaga relevansi di tengah perubahan tren dan generasi konsumen.“Brand sebesar Vespa punya tantangan untuk tetap relevan. Untuk bisa relevan, Anda harus terus berinteraksi dengan audiens,” ujar Gianluca saat sesi wawancara bersama media di Vietnam termasuk kumparan pada Sabtu (16/5).CEO Piaggio Asia Pacific Gianluca Fiume. Foto: dok. PIDMenurutnya, Vespa selama ini mengembangkan strategi yang memadukan warisan historis dengan budaya modern. Piaggio tidak ingin Vespa hanya hidup dari nostalgia masa lalu, tetapi juga mampu diterima generasi muda yang terus berubah mengikuti tren.Karena itu, Vespa disebut selalu berusaha berada di depan perkembangan kultur dan gaya hidup, tanpa kehilangan karakter utama yang membuatnya dikenal sebagai ikon otomotif global.“Strategi kami adalah menjadi perpaduan antara melihat ke depan dan tetap mengambil inspirasi dari sejarah Vespa,” katanya.Vespa Batik Close Batch. Foto: Piaggio IndonesiaDirinya menjelaskan, salah satu elemen yang tidak akan dihilangkan adalah siluet khas Vespa, yang sudah bertahan sejak pertama kali lahir sekitar 80 tahun lalu. Ia menyebut desain dasar tersebut sebagai 'constitutional design' atau identitas utama yang tidak boleh disentuh.Meski demikian, bagian lain dari produk tetap mengalami modernisasi mengikuti perkembangan teknologi, kebutuhan konsumen, hingga bahasa desain masa kini. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi alasan mengapa Vespa masih terasa familiar sekaligus modern dalam waktu bersamaan.“Hari ini lini produk Vespa tanpa diragukan adalah versi modern dari siluet awalnya,” jelas Gianluca.Vespa Primavera 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanIa menilai Vespa tidak bisa hanya mengandalkan spesifikasi teknis untuk bertahan di industri otomotif modern. Sebab, hubungan emosional antara merek dan pengguna justru menjadi kekuatan utama yang membuat Vespa mampu bertahan lintas generasi.Gianluca berpendapat, Vespa bukan sekadar kendaraan roda dua, melainkan bagian dari ekspresi gaya hidup penggunanya. Pria berkebangsaan Italia itu mengibaratkan Vespa seperti produk fashion.“Anda menggunakannya untuk mengekspresikan kepribadian,” ujarnya.Vespa Primavera dan Sprint model 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanKarena itu, Vespa disebut memiliki fleksibilitas identitas yang luas. Gianluca menggambarkan Vespa bisa tampil sporty, kasual, formal, hingga penuh warna tanpa kehilangan karakter utamanya sebagai produk lifestyle.Menurutnya, kekuatan tersebut membuat Vespa tetap dekat dengan konsumen muda, termasuk di pasar Asia seperti Indonesia yang dinilai sangat dinamis dan cepat mengikuti perkembangan budaya populer.Di sisi lain, Piaggio juga terus menyiapkan pengembangan produk baru untuk beberapa tahun mendatang. Seluruh lini Vespa disebut akan terus berevolusi, namun tetap mempertahankan DNA klasik khas Italia yang menjadi ciri utamanya.“Kami akan terus mengembangkan Vespa agar tetap relevan, tetapi tetap setia pada spirit aslinya,” tutup Gianluca.