Pertamina Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lapas Balikpapan Lewat Pelatihan Pertanian Terpadu

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan terus memperkuat program pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIA Balikpapan. Kali ini, perusahaan menggelar pelatihan pengelolaan lahan pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.Pelatihan yang berlangsung di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan, Rabu (24/6/2026), diikuti 11 warga binaan yang telah memasuki program asimilasi. Mereka mendapatkan materi tentang teknik meningkatkan kualitas tanah, mengoptimalkan produktivitas lahan, hingga menjaga keberlanjutan hasil pertanian.Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat."Program Tanggung Jawab Sosial ini berfokus pada penciptaan kemandirian masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang kuat. Dengan demikian, setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke masyarakat, mereka dapat membentuk komunitas yang produktif serta membuka peluang ekonomi mandiri yang memberikan manfaat positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya," ujar Edi.Menurutnya, pelatihan ini penting mengingat karakteristik lahan di Balikpapan yang memiliki tingkat kesuburan relatif rendah sehingga membutuhkan teknik pengelolaan khusus agar tetap produktif. Para peserta juga diajarkan cara meregenerasi tanah bekas media tanam agar dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai komoditas pertanian.Program tersebut merupakan kelanjutan pendampingan Pertamina kepada Lapas Kelas IIA Balikpapan yang telah dimulai sejak 2022 melalui pengelolaan limbah. Memasuki 2025, cakupan program diperluas ke sektor pertanian sebagai bagian dari penguatan pembinaan kemandirian warga binaan.Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Setyo D. Moko, mengapresiasi komitmen Pertamina yang terus mendukung pengembangan kawasan SAE."Kami sangat berterima kasih atas pendampingan berkelanjutan dari Pertamina. Salah satu bentuk dukungan yang sangat membanggakan adalah pembangunan fasilitas greenhouse berukuran 22 x 11 meter di area SAE ini. Melalui fasilitas tersebut, kami bersama warga binaan berhasil melaksanakan panen raya perdana melon dengan hasil panen terbesar mencapai sekitar 400 kilogram," ungkapnya.Kawasan SAE Lapas Kelas IIA Balikpapan seluas sekitar 7.000 meter persegi kini dikembangkan sebagai pusat pembinaan berbasis pertanian terpadu. Berbagai komoditas hortikultura seperti melon, kangkung, sawi, cabai, dan pisang dibudidayakan berdampingan dengan sektor perikanan serta peternakan ayam.Pelatihan pembenahan tanah dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan budidaya melon yang rentan terhadap serangan hama, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum tergarap.Sebagai bentuk dukungan nyata, Pertamina juga menyerahkan berbagai sarana penunjang pertanian, antara lain mesin sprayer tanaman, pupuk kandang, sekam, bahan pembuatan pestisida alami, serta ember fermentasi pupuk. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di lingkungan Lapas Kelas IIA Balikpapan. (*)