BorneoFlash.com, JAKARTA - Pemerintah terus menyempurnakan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya semakin tepat sasaran. Dalam evaluasi terbaru, pemerintah memprioritaskan kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah memfokuskan intervensi kepada kelompok 3B karena langkah tersebut paling efektif untuk mencegah dan menurunkan angka stunting."Intervensi untuk mengatasi stunting memang paling maksimal dilakukan pada kelompok tersebut," ujar Qodari di Jakarta, Jumat.Pemerintah juga meningkatkan perhatian kepada wilayah 3T yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan sumber daya."Daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang selama ini masih minim perhatian akan menjadi prioritas pemerintah," katanya.Qodari menilai Program MBG telah memberikan manfaat nyata karena masyarakat menerima makanan bergizi secara rutin selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.Pemerintah terus meningkatkan mutu gizi, keamanan pangan, dan higienitas makanan bagi para penerima manfaat."Ke depan akan banyak perbaikan yang meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan higienitas makanan bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui," ujarnya.Qodari menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat tata kelola Program MBG. Pimpinan BGN akan melaporkan seluruh rencana perbaikan secara langsung kepada presiden.Pemerintah juga melibatkan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam proses evaluasi. BGN telah memaparkan sejumlah rencana pembenahan kepada DEN untuk memperoleh masukan yang konstruktif.Sebagai bagian dari evaluasi, DEN menyurvei 800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan Program MBG sekaligus memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program di lapangan."Temuan dari survei DEN dapat menjadi masukan penting bagi pimpinan BGN yang baru dalam menyempurnakan program," kata Qodari. (*)