Netanyahu Soal Kesepakatan dengan Lebanon: Hari Bersejarah bagi Israel

Wait 5 sec.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFPPerdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memberi tanggapan terkait kesepakatan damai antara Israel-Lebanon yang dimotori Amerika Serikat. Bagi Netanyahu, kesepakatan ini adalah suatu yang bersejarah bagi Israel. Netanyahu merasa, dengan perdamaian dengan Lebanon, pihak yang terpukul adalah Hizbullah dan Iran. "Kemarin, kita mencapai kesepakatan bersejarah untuk Israel usai negosiasi langsung dengan lebanon," kata Netanyahu, dilansir AFP, Sabtu (27/6). "Ini adalah pukulan telak untuk Iran dan Hizbullah," kata Netanyahu. Namun, rasa optimisme ini tak dirasakan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir. Menteri Ben Gvir, yang merupakan menteri berhaluan kanan jauh ini merasa pemerintah Lebanon tak bisa dipercaya untuk melucuti Hizbullah. "Kesepakatan ini adalah kesalahan besar, kita memang keluar dari teritori (selatan Lebanon) untuk sekarang, tapi Lebanon tak akan melucuti Hizbullah," kata Ben Gvir. "Pemerintah Lebanon itu diisi menteri-menteri dari Hizbullah, dan Lebanon tak bisa dipercaya untuk melucuti mereka. Hanya tentara Israel yang bisa, dan menghancurkan Hizbullah, tak ada pihak lain yang akan melakukannya untuk kita," ucap Ben Gvir.