Otorita IKN Ungkap Dampak Awal Pembangunan, PPU Jadi Wilayah dengan Pertumbuhan Tertinggi

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, NUSANTARA – Dampak awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai terlihat terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Provinsi Kalimantan Timur.Temuan tersebut dipaparkan dalam Seminar Jumat Belajar bertajuk "Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!" yang digelar secara hybrid di Kantor Balai Kota Otorita IKN, pada Jumat (26/6/2026). Seminar ini diikuti lebih dari 200 peserta dari Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS) RI, serta perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN, mulai dari tingkat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Pulau Kalimantan, hingga terhadap perekonomian nasional.Seminar menghadirkan Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN Pungky Widiaryanto, Ekonom Senior sekaligus Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Azhari Novy Sucipto, Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Ibnu Yahya, serta Direktur Statistik Industri BPS RI Pipit Helly Sorayan sebagai penanggap.Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, mengatakan seminar tersebut menjadi wadah untuk membahas hasil kajian mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN berdasarkan data yang komprehensif. lihat foto Seminar Jumat Belajar bertajukMenurutnya, hasil kajian akan terus diperbarui secara berkala sebagai dasar penyusunan kebijakan guna mendukung transformasi ekonomi nasional."Seminar ini adalah upaya kita bersama untuk memahami dampak ekonomi pembangunan IKN. Kajian ini menganalisis dampak ekonomi secara komprehensif, bukan hanya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tetapi juga hingga Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan. Analisis ini perlu terus diperbarui secara periodik agar kita memahami kontribusi IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara terhadap transformasi ekonomi nasional," ujar Mia.Berdasarkan hasil kajian, dampak ekonomi terbesar saat ini masih terkonsentrasi di Kalimantan Timur, terutama di Kabupaten Penajam Paser Utara.PPU mencatat pertumbuhan ekonomi 19,9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur juga tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi lain di Pulau Kalimantan.Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Ibnu Yahya, menilai pembangunan IKN bersama Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) menjadi momentum penting untuk mengubah struktur ekonomi Kalimantan Timur yang selama ini bergantung pada sektor ekstraktif.Ia mengatakan transformasi ekonomi perlu diarahkan melalui penguatan hilirisasi industri, pengembangan sektor bernilai tambah, serta peningkatan kompleksitas produksi agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan."Konsep Tri-City Development IKN  menunjukkan hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan analisis yang telah disampaikan Otorita IKN. Dengan hadirnya IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara, kita berharap pertumbuhan ekonomi nasional semakin meningkat, termasuk Kalimantan Timur yang dapat tumbuh sesuai target," katanya.Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa hasil kajian makroekonomi tersebut tidak boleh berhenti sebagai bahan diskusi semata. lihat foto Seminar Jumat Belajar bertajukIa meminta seluruh unit organisasi Otorita IKN menerjemahkan hasil kajian tersebut ke dalam program-program konkret yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan.Basuki juga mengajak seluruh insan Otorita IKN untuk terus membangun budaya belajar sebagai fondasi organisasi yang adaptif."Hari ini kita belajar makroekonomi, dan hasilnya harus kita terjemahkan dalam program-program kerja Otorita IKN. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi forum ini. Saya percaya, kalau kita berhenti belajar, organisasi yang masih sangat muda ini tidak akan berkembang. Karena itu, teruslah belajar," tutup Basuki. (*/Humas Otorita IKN)