Berawal dari Pertemanan, Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Investasi Bodong

Wait 5 sec.

Tantri Kotak di kumparan. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparanVokalis band Kotak, Tantri Syalindri atau akrab disapa Tantri, mengaku jadi korban penipuan investasi yang diduga dilakukan oleh teman dekatnya sendiri dengan total kerugian mencapai hampir Rp 10 miliar.Kejadian ini bermula dari lingkungan teman yang sangat dekat. Tantri bercerita, sosok terduga pelaku bernama Popi Novitasari, adalah teman dari komunitas ibu-ibu di sekolah anaknya.Hubungan mereka terjalin sangat lama, bahkan sejak anak pertama Tantri masih duduk di bangku TK."Kami tuh temenan dari komunitas ibu-ibu sekolah. Aku kenal sama dia dari zaman anakku yang pertama TK, sudah hampir enam tahun ya. Lima tahun temenan. Terus semua terlihat baik saja, selayaknya seorang teman kita sempat liburan bareng keluarga," ungkap Tantri dalam jumpa pers di Cilandak, Jakarta Selatan.Tantri Kotak di kumparan. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparanKepercayaan Tantri luluh bukan tanpa alasan. Pelaku dikenal lihai memainkan psikologis dan membangun kepercayaan dalam waktu yang cukup lama.Pelaku yang merupakan seorang single mother bekerja sebagai sales dan menawarkan produk investasi dengan dalih butuh bantuan untuk menstabilkan posisinya di pekerjaan."Aku tuh tipikal orang yang sebenarnya enggak mau gabungkan antara teman sama bisnis. Tapi memang karena dia jago banget menata psikologis semua teman-temennya, meyakinkan kalau dia tuh butuh dibantu dan dia pengen ngebantu juga," lanjut Tantri.Kejanggalan mulai muncul pada pertengahan Juni 2025. Setelah Tantri melakukan transfer terakhir pada 18 dan 19 Juni, pelaku tiba-tiba menghilang tanpa jejak.Tantri sempat berbaik sangka dan mengira temannya hanya sedang berlibur. Namun, kenyataan pahit mulai terungkap saat komunikasi terputus total."Tanggal 19 itu habis transfer, sorenya hilang. Aku masih yang mikir 'enggak, mungkin dia liburan'. Tapi kok 1x24 jam nggak ada kabar, 2x24 jam nggak ada kabar. Pas didatangi, Instagram semua dihapus, social media dan lain-lain. Didatangi ke rumahnya, ternyata itu rumah orang tuanya dan orang tuanya pun sudah angkat tangan," tutur Tantri.Tantri terpukul saat mengetahui bahwa uang yang dibawa lari bukan hanya miliknya, melainkan juga tabungan pendidikan anak-anaknya dan dana pengobatan kanker milik salah satu temannya."Aku kagetnya ternyata dia sudah melakukan hal ini dari 2017 dengan skema yang berbeda. Aku bukan cuma omongin nominal yang hilang, tapi benar-benar kecewa kok tega sih hancurin kepercayaan dalam pertemanan? Itu yang bikin aku sampai detik ini masih nggak percaya," tutur Tantri.Tantri menjelaskan, apabila dikalkulasi dengan korban lain yang ia kenal, angka kerugiannya fantastis."Total kemarin kami sempat ngobrol, benar-benar kalkulasi hampir 10 M, mungkin bisa dibilang Rp 9,7 M something lah," tutup Tantri.