Saat Prabowo Didampingi Gibran Hadiri Sarasehan Kebangsaan di JCC

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih PradiptaPresiden Prabowo Subianto menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6). Dalam forum yang dihadiri ribuan rektor, akademisi, dan peneliti itu, Prabowo menyampaikan pandangannya tentang demokrasi, persatuan elite, dan kemandirian nasional.Prabowo menegaskan dirinya tetap menghormati hasil demokrasi meski empat kali gagal meraih mandat dalam pilpres. Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan pernyataan tersebut bukan sindiran, melainkan penegasan komitmen terhadap sistem demokrasi.Didampingi Gibran, Prabowo Hadiri Sarasehan Kebangsaan dengan Rektor PT di JCCPresiden Prabowo Subianto menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 bertema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).Kegiatan tersebut dihadiri para rektor, dekan, guru besar dari berbagai perguruan tinggi, serta para peneliti. Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak Prabowo yang mengenakan setelan safari berwarna krem tiba pada pukul 16.00 WIB.Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPrabowo datang didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.Kedatangan Prabowo disambut peserta dengan lagu 'Maju Tak Gentar, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan "Indonesia Raya." Dalam acara itu turut hadir Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko PMK Pratikno, serta Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo.Prabowo Ungkap Penyebab Banyak Perang: Elite yang Tak Bisa Kerja SamaPresiden Prabowo Subianto menilai salah satu penyebab utama terjadinya berbagai konflik dan peperangan di dunia adalah ketidakmampuan para elite suatu negara untuk bekerja sama."Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Ini sejarah mengajarkan," kata Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan bersama sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6).Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih PradiptaSelain Ukraina, Prabowo juga menyinggung konflik di Gaza, Palestina, Lebanon, Iran, negara-negara Teluk, Yaman, Afghanistan, Baluchistan, Myanmar, hingga konflik antara Thailand dan Kamboja."Kita lihat apa yang terjadi di Gaza, di Palestina, di Lebanon. 90% dari Gaza rata. Mungkin sama akibatnya dengan Hiroshima atau Nagasaki. Lebanon sekarang seperti itu, Iran, seluruh negara teluk, Yaman. Kita tinggal lihat tiap hari. Perang di Afghanistan, perang di Baluchistan, perang di Myanmar semakin... Perang antara orang Thai dan Kamboja. Saudara-saudara, di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elite yang tidak bisa kerja sama," tuturnya.Prabowo: Empat Kali Saya Kalah, tapi Saya Tak Ganggu Pemimpin yang Dapat MandatPresiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dan dosen PTN maupun PTS seluruh Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat (26/6)."Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis. Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," ujar Prabowo.Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih PradiptaPernyataan Prabowo pun disambut tepuk tangan. Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada para peserta."Terima kasih (sudah tepuk tangan). Karena biasanya kalau saya bilang empat kali kalah, audiens ketawa. Ini orang Indonesia itu kalah itu sedih sebetulnya. Tapi karena saya sadar, saya mengerti alternatifnya apa. Karena kita sudah sepakat, bangsa Indonesia sudah sepakat kita ingin hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa," ucapnya.Istana Jelaskan Maksud Prabowo soal Empat Kali Pemilu Tak Ganggu Pemegang MandatMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku empat kali tidak memperoleh mandat dalam pemilihan presiden, namun tidak pernah mengganggu pemimpin yang terpilih."Bukan kalah, belum diberikan mandat. Makanya waktu beliau menyampaikan nggak ada yang tepuk tangan, nggak ada yang ketawa kita tidak menggunakan bahasa kalah," kata Prasetyo di JCC, Jakarta, Jumat (26/6).Mensesneg Prasetyo Hadi (kiri) dan Menko Pangan Zulkifli Hasan (kanan) mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program MBG dan SPPG terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTOPrasetyo juga membantah anggapan bahwa pernyataan tersebut merupakan sindiran karena merasa ada pihak yang mengganggu pemerintahan saat ini."Oh tidak, tidak. Jadi konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama dari kita menyepakati kita bernegara, kita memilih demokrasi. Kemudian wujud dari demokrasi itu adalah kita harus memilih pemimpin di setiap lima tahunan yang itu wujudnya adalah dalam bentuk pemilu," ujarnya.Istana Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Rektor dan Peneliti di JCCMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sekitar 2.600 rektor, guru besar, dekan, akademisi, dan peneliti dalam Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia Tahun 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6)."Jadi sore hari ini Bapak Presiden memenuhi undangan dari Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dalam rangka diminta untuk membuka Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia tahun 2026. Sekaligus tentunya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Mendikti Saintek memohon kesediaan Bapak Presiden untuk memberikan pandangan-pandangan beliau kepada kurang lebih 2.600 peserta," kata Prasetyo di JCC, Jakarta.Prasetyo mengatakan Presiden turut menyoroti fakta bahwa Indonesia belum memiliki mobil maupun sepeda motor buatan nasional meski telah merdeka selama 81 tahun."Tadi sudah beliau singgung mengenai kita sudah 81 tahun merdeka kita tidak memiliki mobil buatan Indonesia, motor buatan Indonesia sendiri," katanya.