Populer: Bahlil Bicara Pasokan Batu Bara; Purbaya Kucurkan Rp 400 T ke Himbara

Wait 5 sec.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOMasalah pasokan energi di Jawa menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (26/6). Selain itu, Purbaya kucurkan Rp 400 triliun ke Himbara. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Bahlil Buka Suara Pasokan Batu Bara dan Pembangkit yang Bermasalah di JawaMenteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi keamanan pasokan batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) swasta atau Independent Power Producer (IPP) di Jawa, menyusul gangguan pada dua pembangkit yang sempat keluar dari sistem transmisi Jawa Madura Bali (Jamali). PLN sebelumnya menjelaskan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa dipicu kendala pasokan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal/MRC) dan gangguan teknis pada dua IPP tersebut. Salah satu pembangkit berkapasitas besar dilaporkan telah berhasil dipulihkan dan tersinkronisasi kembali dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB.Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, merinci bahwa dua PLTU yang bermasalah adalah PLTU Cilacap unit 1 dan 4, yang disebutnya karena keperluan perawatan atau maintenance. Meskipun pemerintah melakukan monitoring pasokan batu bara, kontrak tetap menjadi kewenangan masing-masing pembangkit. Kejadian ini menyoroti kerentanan sistem kelistrikan Jawa terhadap stabilitas operasional IPP dan pasokan energi primer spesifik.Purbaya Akan Tambah Lagi Likuiditas ke Himbara, Total hingga Rp 400 TriliunMenteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konferensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFPMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana untuk kembali menambah likuiditas ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) hingga total Rp 400 triliun. Kebijakan ini diambil setelah adanya laporan mengenai kekeringan likuiditas di Himbara, menyusul penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang sempat kembali ke Bank Indonesia (BI). Saat ini, jumlah dana SAL di BI mencapai Rp 590 triliun, memberikan ruang fiskal yang cukup untuk kucuran dana ini.Penambahan likuiditas ini diharapkan dapat menekan bunga di pasar dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Purbaya menegaskan bahwa keputusan ini telah dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo, yang menginginkan perekonomian tetap bergerak dan menarik investasi. Sebelumnya, pemerintah telah menempatkan dana SAL sebesar Rp 200 triliun di perbankan, kemudian menambah Rp 100 triliun jelang Idul Fitri 2026, sehingga total kucuran likuiditas mencapai Rp 300 triliun sebelum rencana penambahan Rp 400 triliun ini.