Videotron Pemkot Bontang Mulai Hasilkan PAD, DPRD Dorong Promosi Lebih Gencar ke Dunia Usaha

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BONTANG - Potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari penyewaan videotron milik Pemerintah Kota Bontang mulai menunjukkan hasil. Hingga Juni 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang mencatat penerimaan sebesar Rp9,75 juta dari layanan tersebut.Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif yang perlu ditingkatkan melalui strategi promosi yang lebih agresif kepada kalangan industri dan pelaku usaha.Menurutnya, keberadaan videotron di sejumlah titik strategis seperti kawasan Selamat Datang Bontang, Simpang Empat Loktuan, Simpang Empat Al-Hijrah, dan Terminal Bontang Kuala memiliki nilai ekonomi yang dapat dimaksimalkan untuk mendukung pendapatan daerah.“Kalau dikelola dengan baik, videotron ini bisa menjadi salah satu sumber PAD. Karena itu perlu upaya yang lebih aktif untuk memperkenalkan layanan ini kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Bontang,” ujar Rustam.Ia menjelaskan, perusahaan dapat memanfaatkan videotron sebagai media publikasi maupun promosi produk dan kegiatan perusahaan kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi dunia usaha, penyewaan tersebut juga berkontribusi langsung terhadap kas daerah.“Yang terpenting, hasilnya kembali ke daerah dan bisa digunakan untuk mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.Sementara itu, Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengungkapkan bahwa videotron yang dikelola instansinya berada di Simpang Empat Al-Hijrah dengan ukuran 4 x 8 meter. Tarif penayangan iklan ditetapkan sebesar Rp350 ribu untuk durasi tayang 10 jam.Ia menjelaskan, pendapatan baru mulai tercatat pada 2026 lantaran kebijakan pemungutan retribusi baru diberlakukan sejak Februari tahun ini. lihat foto Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Foto: BorneoFlash/IST“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada dunia usaha. Saat periode menjelang Idulfitri, cukup banyak pelaku usaha yang memanfaatkan videotron untuk beriklan,” jelasnya.Untuk meningkatkan minat penyewa, Diskominfo juga menawarkan program promosi berupa pembayaran tiga hari pemasangan dengan bonus satu hari tambahan penayangan.“Program itu kami siapkan agar lebih banyak pihak tertarik memanfaatkan videotron sebagai media promosi. Sampai Juni 2026, pendapatannya sudah mencapai Rp9,75 juta,” pungkasnya. (*/Adv)