Ilustrasi membuang pembalut. Foto: GBALLGIGGSPHOTO/ShutterstockPersoalan mengenai pembalut sekali pakai perlu dicuci atau tidak sebelum dibuang masih menjadi perdebatan di kalangan perempuan Indonesia. Berdasarkan polling yang dilakukan kumparan pada 9–23 Juni 2026, sebanyak 50,93 persen (109) responden memilih untuk mencuci pembalut hingga bersih sebelum dibuang.Sementara itu, 49,07 persen (105) responden sisanya memilih langsung membuang pembalut dengan rapi setelah dipakai. Selisih yang sangat tipis ini menunjukkan bahwa para perempuan memiliki preferensi masing-masing mengenai cara membuang pembalut yang dianggap paling tepat.Berdasarkan panduan UNICEF tentang menstrual hygiene products, pembalut sekali pakai dapat langsung dibuang tanpa perlu dicuci. Senada, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG juga mengatakan bahwa pembalut sekali pakai tidak disarankan untuk dicuci.Ilustrasi kemasan pembalut. Foto: Towfiqu ahamed barbhuiya/Shutterstock“Pembalut sekali pakai sudah dirancang khusus dan terbuat dari bahan yang menyerap serta mengunci cairan menstruasi. Jadi, jika dicuci justru dapat merusak struktur pembalut dan berpotensi menyebabkan penyebaran bakteri,” ujar dr. Andrew kepada kumparanWOMAN.Sependapat dengan dr. Andrew, dr. Achmad Mediana, Sp.OG. mengungkapkan pembalut sekali pakai memiliki banyak lapisan di dalamnya, sehingga tidak dapat bersih walaupun dicuci. Nah, meski tak perlu dicuci, dr. Achmad mengingatkan agar pembalut dibuang dengan cara yang rapi.“Dibungkus yang bagus, buang ke tempat sampah yang tertutup. Tak boleh ada daur ulang,” jelas dr. Achmad.Lebih detail, Ladies dapat menggulung pembalut dengan bagian yang kotor berada di dalam, lalu membungkusnya menggunakan kertas, tisu, atau kantung plastik. Setelah terbungkus rapi, dr. Andrew mengatakan limbah pembalut harus dibuang dengan benar dan tidak boleh dibuang sembarangan.