Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha. Foto: Hamad I Mohammed/REUTERSCristiano Ronaldo menjelaskan kronologi perselisihan dirinya dengan pelatih tim nasional Portugal Jorge Jesus melalui sebuah surat terbuka sepanjang lima halaman pekan ini. Penyerang gaek tersebut mengambil langkah ini setelah keputusannya meninggalkan pemusatan latihan memicu kontroversi luas di kalangan publik sepak bola.Seperti dikutip dari laporan ESPN, keretakan hubungan ini bermula ketika Ronaldo tidak dimainkan sama sekali dalam pertandingan Nations League melawan Norwegia. Padahal, ia mengklaim sebelumnya sudah ada kesepakatan khusus mengenai menit bermainnya dengan sang pelatih.Janji yang Diingkari di LapanganRonaldo mengungkapkan bahwa Jorge Jesus sempat menanyakan kesiapannya untuk turun bertanding selama tiga puluh menit secara mendadak. Keputusan mendadak ini mengejutkan sang pemain karena dirinya tengah fokus menjalani program pemulihan fisik khusus.“Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan fisik dan latihan saya, tetapi tentu saja saya mengiyakannya,” tutur Ronaldo menjelaskan situasinya saat itu. Namun, ia hanya dibiarkan melakukan pemanasan sejak awal babak kedua tanpa pernah diturunkan ke lapangan pertandingan.Ronaldo menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pengingkaran janji pertama yang dilakukan oleh sang pelatih kepadanya. Kekecewaan inilah yang kemudian memicu reaksi keras dari mantan pemain Manchester United tersebut.Sikap Agresif Pelatih di Depan MediaPerselisihan antara kedua belah pihak kian memuncak saat Jorge Jesus memberikan keterangan yang dinilai menyudutkan dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ronaldo merasa dikhianati untuk kedua kalinya karena pelatih bersikap agresif dan otoriter di hadapan para jurnalis.“Saya mendengar ekspresi dan agresivitas yang saya yakini tidak pantas saya dapatkan,” ungkap Ronaldo mengenai konferensi pers tersebut. Sikap sewenang-wenang tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan pembicaraan pribadi yang mereka lakukan sehari sebelumnya.Tindakan represif pelatih di depan publik tersebut akhirnya membuat Ronaldo merasa keberadaannya di tim nasional tidak lagi dihargai. Ia kemudian memutuskan untuk langsung mengemas barang-barangnya dan meninggalkan pemusatan latihan Portugal.Permintaan Maaf kepada Rekan SetimMeskipun merasa dikhianati, Ronaldo tetap berbesar hati menyampaikan permohonan maaf kepada rekan satu tim serta seluruh pendukungnya. Ia menyadari bahwa tindakan meninggalkan kamp latihan merupakan sebuah pelanggaran disiplin yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang kapten.“Saya meminta maaf kepada rekan-rekan setim di tim nasional karena meninggalkan pemusatan latihan,” tulis Ronaldo dalam pernyataan resminya. Ia juga menegaskan siap menerima segala konsekuensi hukum atau sanksi disiplin dari Federasi Sepak Bola Portugal tanpa pembelaan diri.Penyerang berusia empat puluh satu tahun itu memastikan bahwa dirinya belum memiliki rencana untuk pensiun dari panggung internasional. Ia berkomitmen akan tetap memenuhi panggilan tim nasional apabila kondisi fisiknya masih dinilai layak untuk bersaing di level tertinggi.