1 Korban Lain Dugaan Pengeroyokan Imbas Kembang Api Lapor Polda Metro Jaya

Wait 5 sec.

Amanda Andono melaporkan pengeroyokan saat protes kembang api usai perayaan Maulid Nabi dan Haul di Pondok Pinang, di gedung SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (8/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanAmanda Andono resmi melaporkan penyelenggara acara Maulid Nabi dan haul di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ke Polda Metro Jaya. Laporan itu berkaitan dengan keributan yang dipicu kembang api. Laporan itu dilakukan hari ini, Kamis (8/10) dengan STTLP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dalam laporannya, Amanda melaporkan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan."Laporan sudah diterima dan ini sudah saya ceritakan dengan detail pelaporannya. Dan akan dilanjutkan oleh visum," kata Amanda saat diwawancarai di Polda Metro Jaya, Kamis (8/10).Dirinya melaporkan penyelenggara atau penanggung jawab acara pada saat kejadian tersebut. Ia mengaku tidak mengenal orang-orang yang dilaporkannya."Jujur saya tidak kenal dengan mereka, tidak tahu siapa mereka, kebanyakan dari mereka juga bukan warga sana," ujarnya.Amanda mengatakan insiden bermula ketika dirinya mendatangi lokasi karena suara petasan dan kembang api yang menurutnya terlalu berisik hingga membuat anaknya terbangun. Ia kemudian meminta agar petasan dihentikan.Surat Laporan Amanda Andono kasus pengeroyokan saat protes kembang api perayaan Maulid Nabi dan Haul di Pondok Pinang, Kamis (8/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan"Saya datang ke sana karena berisik, sehingga dengan adanya, apa namanya, petasan kembang api yang segitu besarnya. Sehingga anak saya, langsung kaget, bangun, yang kita sudah lelap. Kaget, kejang, panik, teriak," kata Amanda.Usai mendatangi lokasi acara, ia justru mengalami dugaan pengeroyokan. Ia didorong hingga hampir jatuh ke saluran air."Saya diserang dengan dengan bapak-bapak, dan semuanya itu bapak-bapak ya. saya didorong, ditarik, sampai didorong sampai saya hampir masuk, saya jatuh ke got," ungkapnya.Bukan hanya Amanda yang mendapat serangan, tetapi anaknya yang masih berusia 15 tahun tak luput dari serangan saat berusaha melindunginya."Dia menahan saya, melindungi saya, sehingga dia juga kena serang," ujarnya.Amanda mengatakan dirinya dan anaknya akan menjalani visum. Ia menyebut pasal yang akan dikenakan belum ditentukan karena masih menunggu proses penyidikan."Untuk pasalnya sih kami belum ada, ya, karena menunggu dari penyidikan. Karena habis ini visum lalu kami saya akan ada penyidikan lebih lanjut begitu," tutur Amanda.Sempat DimediasiAmanda Andono, korban dari kembang api di peringatan Maulid Nabi dan haul di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikunjungi Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar di kediamannya, Senin (5/10/2026). Foto: Dok. IstimewaSebelum membuat laporan ke Polda Metro Jaya, Amanda telah mengikuti proses mediasi dengan pihak terkait. Namun hasil mediasi tersebut belum memuaskan baginya."Kami juga sudah melakukan mediasi walaupun mediasinya tidak saya terima dengan baik, ya. Tidak memuaskan buat saya," jelasnya.Amanda menyebut permintaan maaf telah disampaikan dalam mediasi pertama. Namun, ia merasa mediasi tersebut belum cukup karena hanya dihadiri perwakilan LMK dan RW."Jadi saya dan korban yang lain merasa ini masih belum cukup karena kok cuma diwakili sama RW dan LMK," kata Amanda.Untuk selanjutnya, Amanda akan mengikuti proses hukum yang berjalan dan masih meminta pendampingan dari pihak terkait."Saya mengikuti proses hukum bagaimana nantinya. Saya masih minta juga pendampingan dari PPPA dan juga dengan Kementerian Agama," kata Amanda.