Kemnaker Siapkan Pelatihan AI hingga Barista bagi Penyandang Disabilitas

Wait 5 sec.

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan usai kebakaran Gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Cevest di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTOKementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan Artificial Intelligence (AI) hingga barista bagi penyandang disabilitas.Pelatihan akan dilakukan setelah pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus penyandang disabilitas di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat.Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan penyandang disabilitas membutuhkan pelatihan untuk penguasaan keterampilan dan akses terhadap lingkungan belajar yang inklusif.Tujuannya agar penyandang disabilitas bisa mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen hingga menjalankan pekerjaan.“Kami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Sabtu (10/10).BLK khusus penyandang disabilitas ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta sekaligus memperluas kesempatan mereka memasuki pasar kerja.BLK khusus tersebut berupa gedung dua lantai yang dilengkapi dengan Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI), Batik & Craft Studio, dan Laboratorium Terapi Sensori. Ruang kelas dirancang juga untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual.Gedung itu juga dirancang dengan jalur landai (ramp), lift, jalur pemandu (guiding block), dan toilet khusus disabilitas. Tujuannya agar peserta dapat beraktivitas secara mandiri selama mengikuti pelatihan.Di lantai dasar, ada sejumlah fasilitas pembelajaran berbasis praktik, seperti Lobby KOS 3 in 1, layanan customer service berbasis biometrik, dan Public Café yang berfungsi sebagai laboratorium pelatihan barista. Kemudian ada Exhibition & Sales Gallery untuk memamerkan hasil karya dan Public Speaking Lab untuk berlatih menghadapi wawancara kerja.Yassierli menyebut kurikulum pelatihan juga mencakup pembentukan karakter dan pengembangan kecakapan digital agar kemampuan peserta selaras dengan perubahan kebutuhan pasar kerja.Kemudian Kemnaker juga menyediakan layanan konseling psikologi karier untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan profesional.