MUI Minta Konser Andrea Bocelli di RI Dibatalkan, Soroti Rekam Jejak

Wait 5 sec.

Kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: Helmi Afandi/kumparanMajelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Desakan ini muncul setelah pemerintah memutuskan tidak mengizinkan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap konsisten terhadap kegiatan yang dinilai berkaitan dengan dukungan terhadap Zionisme. Menurut dia, konser Andrea Bocelli perlu dibatalkan karena Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina."Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto dikutip dari situs resmi MUI, Minggu (11/10).Konser Andrea Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada Sabtu (31/10) dan di Jakarta pada Selasa (3/11).Sudarnoto menyoroti rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010. Bocelli juga tercatat menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.MUI menilai dukungan pendanaan terhadap kekuatan militer Israel tidak dapat ditoleransi di tengah konflik di Gaza. Sudarnoto juga menyesalkan dugaan dukungan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, terhadap rencana kedatangan Bocelli.Menurut Sudarnoto, pertimbangan keuntungan ekonomi dari penyelenggaraan konser tidak seharusnya mengesampingkan sikap Indonesia terhadap penjajahan dan perjuangan kemerdekaan Palestina.“Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," tegasnya.Dia juga mengingatkan ketetapan fatwa MUI yang mengharamkan dukungan terhadap Israel maupun pihak-pihak yang mendukung tindakan penjajahan Israel atas Palestina. Karena itu, MUI berharap tidak ada kementerian yang mendukung penyelenggaraan konser tersebut."Kami sangat mengapresiasi jika pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser ini," kata Sudarnoto.Sebelumnya, pemerintah menyatakan tidak akan mengizinkan pertunjukan Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia. Keputusan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, di Jakarta, Senin (5/10)."Kami ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia," tegas dia.Yusril mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan terkait rencana pertunjukan bertajuk Til The Whole World Knows Tour 2026.Menurut Yusril, pemerintah menyoroti dugaan pemanfaatan pertunjukan tersebut untuk kampanye politik yang mendukung Israel. Hal itu dinilai tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.Yusril juga menyebut panitia belum mengajukan izin pertunjukan. Pemerintah memastikan tidak akan memberikan izin pertunjukan maupun visa apabila permohonan tersebut diajukan."Sekiranya diajukan permohonan untuk melakukan pertunjukan dan kemudian juga memohon visa, maka permohonan izin pertunjukan dan visa tidak akan diberikan," ujarnya.