Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Tewas Usai Houthi Serang Bandara Riyadh

Wait 5 sec.

Ilustrasi Bandara Riyadh. Foto: Fedor Selivanov/ShutterstockKementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia dalam serangan yang dilancarkan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10).Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh juga berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak serangan tersebut."Hingga 11 Oktober 2026, dipastikan tidak terdapat WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Sementara itu, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi,” kata Heni dalam keterangan yang diterima kumparan, Minggu (11/10).Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Korban terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.Selain itu, sebanyak 309 orang mengalami luka-luka, termasuk sejumlah korban dalam kondisi kritis. Para korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menyampaikan keterangan saat Press Briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTODi tengah situasi tersebut, KBRI Riyadh mengimbau WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak. WNI juga diminta mematuhi arahan otoritas setempat.Bagi WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi, Kemlu mengimbau agar memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. WNI juga diminta mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh.Sementara itu, KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dipastikan tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran serta pelindungan WNI seperti biasa."WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 dan KJRI Jeddah di nomor +966 503609667," ujarnya.Heni juga memastikan Kemlu bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi.