CEO dan Pendiri SpaceX sekaligus Tesla Inc, Elon Musk saat peresmian layanan Starlink di Puskesmas Pembantu, Desa Sumerta Kelod, Kota Denpasar, Bali, pada Minggu (19/5/2024). Foto: Denita BR Matondang/kumparanElon Musk menyindir miliarder India, Mukesh Ambani, di tengah tertundanya peluncuran layanan internet satelit Starlink di negara tersebut. Ia menyebut pemimpin Reliance Industries itu sebagai ‘Perdana Menteri’ lewat sindiran yang mempertanyakan pengaruh Ambani terhadap pemerintah India.Musk menuding Ambani menghambat persaingan demi mempertahankan dominasi bisnisnya. Reliance Industries memiliki anak usaha Reliance Jio, operator telekomunikasi terbesar di India.“Tentu saja, Anda lebih memilih mempertahankan eksploitasi monopolistik terhadap rakyat India. Namun, apakah Anda bersedia mengizinkan Starlink bersaing?” tulis Musk di akun X pribadinya, Jumat (9/10).Musk berpendapat Starlink dapat menyediakan internet bagi wilayah yang belum memiliki koneksi. Menurutnya, akses tersebut bisa membantu anak-anak belajar serta membuka peluang bagi usaha kecil untuk menjual produk ke pasar global.Serangan itu melanjutkan kritik Musk sehari sebelumnya pada Kamis (8/10). Ia mempertanyakan posisi Ambani dengan menulis, "Apakah Ambani bos sebenarnya di India?"Ilustrasi layanan internet Starlink. Foto: Wirestock Creators/ShutterstockIndia Bantah Tudingan MuskPemerintah India membantah tudingan Musk. Kementerian Komunikasi India menyatakan kerangka perizinan layanan komunikasi satelit berlaku adil dan tidak diskriminatif.Pemerintah menjelaskan bahwa tiga operator internet satelit telah memperoleh lisensi. Ketiganya masih menjalani penilaian keamanan untuk memastikan layanan mereka memenuhi persyaratan perlindungan pengguna dan data.Setelah menyelesaikan penilaian tersebut, masing-masing operator dapat melanjutkan proses pengajuan alokasi spektrum, yakni frekuensi radio untuk mengirimkan sinyal komunikasi.“Saat ini, ketiga entitas secara umum berada pada tahap regulasi yang sama,” kata kementerian. Pemerintah menyebut anggapan bahwa proses tersebut tidak adil atau diskriminatif sebagai tudingan tanpa dasar.Menteri Telekomunikasi India, Jyotiraditya Scindia, juga menolak tuduhan mengenai monopoli dalam pernyataannya pada Jumat.“India tidak mengizinkan monopoli di sektor mana pun,” ujar Scindia.Ilustrasi Starlink. Foto: RossHelen/ShutterstockUpaya Sejak 2021SpaceX telah berupaya membawa Starlink ke India sejak 2021. Meski memperoleh sejumlah persetujuan penting, perusahaan masih menunggu penyelesaian persyaratan sebelum memulai layanan komersial.Hubungan Starlink dengan operator lokal juga melibatkan kerja sama bisnis. Pada 2025, SpaceX meneken kesepakatan distribusi dengan Reliance Jio dan Bharti Airtel untuk menawarkan Starlink setelah seluruh persetujuan yang diperlukan tersedia.Di saat yang sama, kedua operator tersebut menyiapkan layanan internet satelit mereka sendiri. Jio memiliki usaha patungan dengan perusahaan satelit asal Luksemburg, SES. Sementara itu, Airtel merupakan pemegang saham utama Eutelsat OneWeb, yang juga berupaya menyediakan konektivitas satelit di India.Starlink dan Jio sebelumnya berselisih mengenai mekanisme alokasi spektrum satelit. SpaceX menginginkan alokasi melalui proses administratif, sedangkan Jio mendorong lelang. Pemerintah India akhirnya memilih mekanisme administratif, sesuai pendekatan yang diinginkan Starlink.