Seremoni ekspor kendaraan mobil dan motor Suzuki di pabrik Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanMeski penyerapan sepeda motor di pasar domestik terlihat terjaga dengan baik, namun kinerja ekspor moda transportasi roda dua ini masih lebih dominan secara volume. Indonesia membagi tiga jenis berdasarkan cara pengirimannya.Pertama ekspor CBU (Completely Built Up) atau yang pengiriman unit secara utuh ke negara tujuan, kemudian ada terkirim dalam bentuk terurai atau CKD (Completely Knocked Down), dan secara komponen atau suku cadang (Part by Part).Ketua Bidang Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Yosef Suparman mengatakan rata-rata kinerja ekspor anggotanya acap kali lebih besar dibanding penjualan di dalam negeri. Selisihnya lebih kurang mencapai puluhan persen."Ekspor kita kan mostly 10 persen dari angka (penjualan) domestik, kalau tidak salah, ya. Kira-kira plus minus itu 10 persen untuk yang CBU atau ekspor utuh," kata Yosef dihubungi kumparan, Selasa (6/10).Pabrik Yamaha di Indonesia Foto: dok. IstimewaData AISI terakhir, capaian ekspor gabungan bulan Agustus lalu mengalami penurunan sebesar 11,9 persen dibanding Juli. Selama bulan ke-8, ekspor CBU mencatatkan angka 50.254 unit, ekspor CKD 687.125 unit, dan 14.955.490 komponen.Honda sendiri dalam kurun 10 tahun terakhir sudah mengkapalkan lebih dari 2,2 juta unit sepeda motor. Kemampuan menembus pasar luar negeri ikut ditopang oleh rantai industri yang berada di belakang proses produksinya.Sejumlah model yang diproduksi AHM telah menjadi bagian dari ekspor selama periode tersebut, mulai dari Honda BeAT, Sonic, CB150 Streetfire, sampai CBR150. Ada pula model Click (nama Vario di negara lain) varian 150 dan 160 yang ikut dipasarkan di luar negeri.Foto udara Pabrik Honda di kawasan Karawang. Foto: syah/ShutterstockYosef bilang, Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi sepeda motor terbesar di dunia. Sehingga ekosistem industrinya turut tumbuh dan berkembang, hingga menciptakan persaingan industri dengan negara lain."Indonesia kan salah satu produsen motor yang punya ekonomi off scale yang cukup baik. Sehingga mereka punya cost relationship yang bagus lah. Cost-nya kompetitif intinya, diminati di Asia tentunya Eropa, Amerika sama Afrika," pungkasnya.